Jumat, 13 Januari 2017

Kegagalan "Makar Buruk" Para Penentang "Khalifah Allah" Melawan "Makar Tandingan" Allah Swt. & Makna "Wajah Putih" dan "Wajah Hitam" Serta Akibat Buruk "Kafir Setelah Beriman"



Bismillaahirrahmaanirrahiim


  TAUBAT  DAN   MOHON  AMPUNAN  ALLAH SWT.

Bab  101

  KEGAGALAN “MAKAR BURUK” PARA PENENTANG   KHALIFAH  ALLAH   MELAWAN “MAKAR TANDINGAN” ALLAH SWT.  & MAKNA “WAJAH PUTIH” DAN     “WAJAH HITAM” SERTA  AKIBAT  BURUK “KAFIR SETELAH BERIMAN 

 Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam   bagian akhir  Bab 100  dibahas   topik  Golongan “Jin” (Blok Kapitalisme) dan “Ins” (Blok Sosialisme) Tidak  Punya Andil Dalam  Penciptaan Alam Semesta, firman-Nya: اَفَتَتَّخِذُوۡنَہٗ وَ ذُرِّیَّتَہٗۤ  اَوۡلِیَآءَ مِنۡ دُوۡنِیۡ  وَ ہُمۡ  لَکُمۡ عَدُوٌّ --  Apakah kamu hendak mengambil dia dan keturunannya sebagai sahabat-sahabat selain Aku, padahal mereka itu musuh-musuh kamu? بِئۡسَ  لِلظّٰلِمِیۡنَ  بَدَلًا -- Sangat buruk  bagi orang-orang yang zalim pertukaran itu” (Al-Kahf 18]:51).  
      Ada pun alasan mengapa kedua blok besar  golongan “jin” (Kapitalisme) dan “ins” (Sosialisme)  pemilik kekuatan duniawi yang sangat  besar  itu (At-tsaqalāni -QS.55:32) senantiasa akan gagal menciptakan “keamanan dan kedamaian” di dunia,  Allah Swt. berfirman:   مَاۤ  اَشۡہَدۡتُّہُمۡ خَلۡقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لَا خَلۡقَ اَنۡفُسِہِمۡ ۪    --  Aku   sekali-kali tidak membuat mereka menyaksikan penciptaan seluruh langit dan bumi, dan tidak pula penciptaan mereka sendiri. وَ مَا کُنۡتُ مُتَّخِذَ  الۡمُضِلِّیۡنَ  عَضُدًا  -- dan Aku sama sekali tidak dapat mengambil mereka yang menyesatkan orang-orang sebagai pembantu  (Al-Kahf [18]:52).

Kegagalan Berbagai Rancangan "Tertib Dunia Baru
  
   Ayat ini agaknya menunjukkan, bahwa ketika itu – yakni di Akhir Zaman ini   -- di mana-mana umum akan ramai memperbincangkan Tertib Dunia Baru (The New World Order) yang akan mengumandangkan tibanya satu masa  keamanan dan kerukunan yang kekal abadi di dunia,  dan mereka yang mengaku-ngaku dirinya pemimpin yang menentukan haluan politik dan masyarakat akan berusaha dan mendakwakan untuk menegakkan tertib baru.
    Tetapi dengan tegas Allah Swt. meyatakan bahwa  upaya-upaya  mereka  -- khususnya golongan “jin” (Kapitalisme) dan “ins” (Sosialisme)  --  tidak akan berhasil dalam usaha mereka, sebab Allah Swt.   telah memperuntukkan bagi Dzat-Nya Sendiri pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan agung ini dengan sempurna, yaitu melalui pengutusan “Khalifah-Nya” yang dijanjikan-Nya di Akhir Zaman ini (QS.2:31-36; QS.62:3-5; QS.72:27-29)  --  bukan khalifah dan khilafat buatan manusia – karena hanya wujud suci itulah yang mendapat syafaat dari Allah Swt. (QS.2:256)  untuk menciptakan “Langit baru dan bumi baru” (QS.14:47-53) yakni “kejayaan Islam yang kedua kali, firman-Nya:
ہُوَ الَّذِیۡۤ  اَرۡسَلَ  رَسُوۡلَہٗ  بِالۡہُدٰی وَ دِیۡنِ  الۡحَقِّ لِیُظۡہِرَہٗ  عَلَی الدِّیۡنِ کُلِّہٖ وَ لَوۡ  کَرِہَ  الۡمُشۡرِکُوۡنَ ٪﴿﴾
Dia-lah Yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan dengan agama yang benar supaya Dia memenangkannya atas semua agama, walaupun orang musyrik tidak menyukai  (Ash-Shaf [61]:10).
         Kenyataan yang akan terjadi tersebut sesuai dengan firman Allah Swt. dalam  ayat selanjutnya:   وَ یَوۡمَ یَقُوۡلُ نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ  الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ  -- Dan ingatlah hari  ketika Dia akan berfirman kepada mereka:  "Panggillah mereka yang kamu anggap sekutu-sekutu-Ku." فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ  مَّوۡبِقًا --  Lalu mereka  akan memanggil mereka itu  tetapi mereka itu tidak akan men­jawabnya  dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang."  وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا وَ لَمۡ  یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا  -- Dan  orang-orang yang berdosa akan melihat Api itu, dan meyakini bahwa sesungguhnya mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak akan dapat menemukan  tempat berpaling darinya.    (Al-Kahf [18]:53-54).
  Ayat:    فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ -    --  “Lalu mereka  akan memanggil mereka itu  tetapi mereka itu tidak akan men­jawabnya وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ  مَّوۡبِقًا --  dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang."  Ayat ini dapat berarti, bahwa bangsa-bangsa penganut Kapitalisme (jin) dan Sosialisme (ins)  itu akan membangun dinding-dinding peraturan harga-harga barang yang tinggi atau akan membuat tirai-tirai besi serta akan melakukan boikot ekonomi terhadap satu sama lain; dan dapat pula berarti mereka akan terlibat dalam peperangan-peperangan sengit yang akan membinasakan mereka.

Tidak Akan dapat Menghindarkan Diri dari Kobaran Api Perang Dunia III &  Penciptaan “Langit Baru dan Bumi baru” di Akhir Zaman

 Makna ayat selanjutnya:  وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ    -- “Dan  orang-orang yang berdosa akan melihat Api itu,  فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا  -- dan meyakini bahwa sesungguhnya mereka akan jatuh ke dalamnya وَ لَمۡ  یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا  -- dan mereka tidak akan dapat menemukan  tempat berpaling darinya.”  Bangsa-bangsa kafir dari barat akan menyaksikan mendekatnya suatu peperangan yang sangat dahsyat.    Mereka akan mempergunakan segala macam cara yang mungkin untuk menghindarinya, tetapi segala rencana dan usaha mereka untuk tujuan itu akan terbukti sia-sia belaka.
  Dunia Barat – yakni golongan Jin  (penganut Kapitalisme) -- sebelumnya telah melalui kesengsaraan yang ditimbulkan oleh dua  Perang Dunia yang sangat membinasakan, yang telah hampir-hampir memusnahkan kekuasaan politik dan kehormatannya di dunia, serta telah menggoncangkan kebudayaan barat sampai ke dasar-dasarnya.
  Malapetaka ketiga berupa Perang Dunia III atau Perang Nuklir sedang mengancam kebudayaan mereka  itu, mungkin juga mengancam seluruh dunia, benarlah firman-Nya kepada Nabi Besar Muhammad saw.:
وَ لَا تَحۡسَبَنَّ اللّٰہَ غَافِلًا عَمَّا یَعۡمَلُ الظّٰلِمُوۡنَ ۬ؕ اِنَّمَا یُؤَخِّرُہُمۡ لِیَوۡمٍ تَشۡخَصُ  فِیۡہِ  الۡاَبۡصَارُ ﴿ۙ﴾  مُہۡطِعِیۡنَ مُقۡنِعِیۡ رُءُوۡسِہِمۡ لَا یَرۡتَدُّ اِلَیۡہِمۡ  طَرۡفُہُمۡ ۚ وَ اَفۡـِٕدَتُہُمۡ  ہَوَآءٌ ﴿ؕ﴾  وَ اَنۡذِرِ النَّاسَ یَوۡمَ  یَاۡتِیۡہِمُ  الۡعَذَابُ فَیَقُوۡلُ الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡا رَبَّنَاۤ  اَخِّرۡنَاۤ  اِلٰۤی  اَجَلٍ قَرِیۡبٍ ۙ نُّجِبۡ دَعۡوَتَکَ وَ نَتَّبِعِ الرُّسُلَ ؕ اَوَ لَمۡ  تَکُوۡنُوۡۤا اَقۡسَمۡتُمۡ مِّنۡ  قَبۡلُ  مَا  لَکُمۡ  مِّنۡ  زَوَالٍ ﴿ۙ﴾  وَّ سَکَنۡتُمۡ فِیۡ مَسٰکِنِ الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡۤا اَنۡفُسَہُمۡ   وَ تَبَیَّنَ لَکُمۡ  کَیۡفَ فَعَلۡنَا بِہِمۡ  وَ ضَرَبۡنَا  لَکُمُ  الۡاَمۡثَالَ ﴿﴾
Dan janganlah sama sekali engkau menyangka Allah lengah terhadap apa yang dikerjakan oleh orang-orang zalim itu, sesungguhnya Dia  memberi mereka tangguh hingga hari ketika  mata mereka akan terbelalak.   Mereka terburu-buru lari ketakutan dengan menengadahkan kepalanya, pandangan  mereka tidak berpaling dan hati mereka kosong.  وَ اَنۡذِرِ النَّاسَ یَوۡمَ  یَاۡتِیۡہِمُ  الۡعَذَابُ  --  Dan peringatkanlah manusia mengenai hari, ketika azab itu akan datang kepada mereka فَیَقُوۡلُ الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡا رَبَّنَاۤ  اَخِّرۡنَاۤ  اِلٰۤی  اَجَلٍ قَرِیۡبٍ ۙ نُّجِبۡ دَعۡوَتَکَ وَ نَتَّبِعِ الرُّسُلَ  --  maka     orang-orang yang zalim akan berkata: “Ya Rabb (Tuhan) kami, berilah kami tangguh hingga masa yang dekat, kami akan menyambut seruan Engkau dan akan mengikuti para rasul.” اَوَ لَمۡ  تَکُوۡنُوۡۤا اَقۡسَمۡتُمۡ مِّنۡ  قَبۡلُ  مَا  لَکُمۡ  مِّنۡ  زَوَالٍ --  Dia berfirman:  “Bukankah kamu dahulu telah bersumpah bahwa kamu  sekali-kali tidak akan jatuh?   وَّ سَکَنۡتُمۡ فِیۡ مَسٰکِنِ الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡۤا اَنۡفُسَہُمۡ  --  Dan kamu menetap di tem-pat tinggal orang-orang yang telah menzalimi  diri sendiri,  تَبَیَّنَ لَکُمۡ  کَیۡفَ فَعَلۡنَا بِہِمۡ  وَ ضَرَبۡنَا  لَکُمُ  الۡاَمۡثَالَ -- dan telah menjadi nyata bagi kamu  bagaimana Kami berlaku terhadap mereka, dan Kami telah mengemukakan  kepada kamu perumpamaan-perumpamaan.” (Ibrahim [14:43-47).
Sehubungan dengan zaman  Nabi Besar Muhammad saw. makna ayat: وَ لَا تَحۡسَبَنَّ اللّٰہَ غَافِلًا عَمَّا یَعۡمَلُ الظّٰلِمُوۡنَ   -- “Dan janganlah sama sekali engkau menyangka Allah lengah terhadap apa yang dikerjakan oleh orang-orang zalim itu,    اِنَّمَا یُؤَخِّرُہُمۡ لِیَوۡمٍ تَشۡخَصُ  فِیۡہِ  الۡاَبۡصَارُ -- “sesungguhnya Dia  memberi mereka tangguh hingga hari ketika  mata mereka akan terbelalak.  مُہۡطِعِیۡنَ مُقۡنِعِیۡ رُءُوۡسِہِمۡ لَا یَرۡتَدُّ اِلَیۡہِمۡ  طَرۡفُہُمۡ ۚ وَ اَفۡـِٕدَتُہُمۡ  ہَوَآءٌ  --  Mereka terburu-buru lari ketakutan dengan menengadahkan kepalanya, pandangan  mereka tidak berpaling dan hati mereka kosong.” (Ibrahim [14:43-44). 
  Ayat-ayat tersebut  memberikan gambaran yang jelas mengenai kebingungan dan kegemparan orang-orang Mekkah, ketika mereka dengan tiba-tiba mendapati Nabi Besar Muhammad saw. . ada di pintu gerbang Mekkah disertai oleh pasukan yang terdiri dari  10.000 prajurit, tanpa adanya   tanda sedikit pun mengenai kedatangan beliau saw.  sebelumnya.

Akan Terulang di Akhir  Zaman

 Sebagai nubuatan ayat-ayat tersebut akan kembali terulang di Akhir Zaman ini, sebab Al-Quran bukanlah kumpulan kisah kaum-kaum purnabakala sebagaimana tuduhan para penentang  Islam (QS.6:26; QS.8:32; QS.16:25; 46:18; 83:14-18), dan akan terjadi   berbagai peristiwa besar yang menggocangkan dunia secara tiba-tiba --  contohnya meletusnya  dua  kali Perang Dua yang terjadi secara tiba-tiba, demikian pula dengan Perang Dunia III, Insya Allah --  sehingga nubuatan mengenai terciptanya “Langit baru  dan bumi baru” dalam firman-Nya berikut ini pun  akan menjadi kenyataan:
وَ قَدۡ مَکَرُوۡا مَکۡرَہُمۡ وَ عِنۡدَ اللّٰہِ مَکۡرُہُمۡ ؕ وَ اِنۡ کَانَ مَکۡرُہُمۡ لِتَزُوۡلَ مِنۡہُ  الۡجِبَالُ ﴿﴾  فَلَا تَحۡسَبَنَّ اللّٰہَ مُخۡلِفَ وَعۡدِہٖ  رُسُلَہٗ ؕ اِنَّ  اللّٰہَ  عَزِیۡزٌ  ذُو انۡتِقَامٍ ﴿ؕ﴾  یَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَیۡرَ الۡاَرۡضِ وَ السَّمٰوٰتُ وَ  بَرَزُوۡا  لِلّٰہِ  الۡوَاحِدِ  الۡقَہَّارِ ﴿﴾ وَ تَـرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ یَوۡمَئِذٍ مُّقَرَّنِیۡنَ فِی  الۡاَصۡفَادِ ﴿ۚ﴾   سَرَابِیۡلُہُمۡ مِّنۡ قَطِرَانٍ وَّ تَغۡشٰی وُجُوۡہَہُمُ  النَّارُ ﴿ۙ﴾  لِیَجۡزِیَ اللّٰہُ  کُلَّ  نَفۡسٍ مَّا کَسَبَتۡ ؕ اِنَّ  اللّٰہَ  سَرِیۡعُ  الۡحِسَابِ ﴿﴾  ہٰذَا بَلٰغٌ  لِّلنَّاسِ وَ لِیُنۡذَرُوۡا بِہٖ وَ لِیَعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا ہُوَ  اِلٰہٌ  وَّاحِدٌ  وَّ لِیَذَّکَّرَ اُولُوا  الۡاَلۡبَابِ ﴿٪﴾
Dan  sungguh  mereka telah melakukan makar mereka, tetapi makar mereka ada di sisi Allah, dan  jika sekali pun  makar mereka dapat memindahkan gunung-gunung.  Maka janganlah engkau sama sekali menyangka  bahwa  Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya, sesungguhnya  Allah Maha Perkasa, Yang memiliki pembalasanیَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَیۡرَ الۡاَرۡضِ وَ السَّمٰوٰتُ وَ  بَرَزُوۡا  لِلّٰہِ  الۡوَاحِدِ  الۡقَہَّارِ --  4  Pada hari ketika bumi ini akan digantikan dengan bumi yang lain, dan begitu pula seluruh langit, dan mereka akan tampil menghadap Allah, Yang Maha Esa, Maha Perkasaوَ تَـرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ یَوۡمَئِذٍ مُّقَرَّنِیۡنَ فِی  الۡاَصۡفَادِ --  Dan  engkau akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat dengan rantai.   Baju mereka dari pelangkin (ter), dan wajah mereka akan tertutup  api. لِیَجۡزِیَ اللّٰہُ  کُلَّ  نَفۡسٍ مَّا کَسَبَتۡ ؕ اِنَّ  اللّٰہَ  سَرِیۡعُ  الۡحِسَابِ --  supaya Allah membalas setiap jiwa  apa yang telah diusahakannya, sesungguhnya penghisaban Allah sangat cepat.  ہٰذَا بَلٰغٌ  لِّلنَّاسِ وَ لِیُنۡذَرُوۡا بِہٖ وَ لِیَعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا ہُوَ  اِلٰہٌ  وَّاحِدٌ  وَّ لِیَذَّکَّرَ اُولُوا  الۡاَلۡبَابِ  --   Al-Quran ini adalah penjelas-an yang cukup bagi manusia, dan supaya dengannya mereka mendapat peringatan, dan supaya mereka mengetahui bahwa sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, dan supaya orang-orang yang berakal memberikan perhatian. (Ibrahim [14]:47-53). 
      Allah Swt.   sungguh-sungguh mengetahui  makar buruk para penentang rasul Allah,  bagaimana pun hebatnya rancangan “makar-buruk mereka   tetapi  Allah Swt. akan menggagalkannya:   وَ قَدۡ مَکَرُوۡا مَکۡرَہُمۡ وَ عِنۡدَ اللّٰہِ مَکۡرُہُمۡ ؕ وَ اِنۡ کَانَ مَکۡرُہُمۡ لِتَزُوۡلَ مِنۡہُ  الۡجِبَالُ -- “  Dan  sungguh  mereka telah melakukan makar mereka, tetapi makar mereka ada di sisi Allah,  dan  jika sekali pun  makar mereka dapat memindahkan gunung-gunung. فَلَا تَحۡسَبَنَّ اللّٰہَ مُخۡلِفَ وَعۡدِہٖ  رُسُلَہٗ ؕ اِنَّ  اللّٰہَ  عَزِیۡزٌ  ذُو انۡتِقَامٍ  --  Maka janganlah engkau sama sekali menyangka  bahwa  Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-ra-sul-Nya, sesungguhnya  Allah Maha Perkasa, Yang memiliki pembalasan.“ (Ibrahim [14]:47-48).
       Jadi, dengan jatuhnya Mekkah dan tegaknya Islam di Arabia sebagai satu kekuatan dahsyat, maka seolah-olah terwujudlah satu alam semesta baru dengan langit dan bumi baru.  Di jazirah Arabia tatanan lama telah dilenyapkan dan diganti oleh tatanan baru yang sama sekali berbeda dari yang lama.
      Keadaan tersebut akan berulang di Akhir Zaman ini saat terwujudnya nubuatan kejayaan Islam yang kedua kali (QS.62:3-4; QS.71:10), sebab penetapan “khalifah” Allah (Rasul Allah) dan system khilafat (QS.24:56) guna terciptanya “langit baru dan bumi baru”   sepenuhnya wewenang Allah Swt., firman-Nya:
وَعَدَ  اللّٰہُ  الَّذِیۡنَ  اٰمَنُوۡا مِنۡکُمۡ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَیَسۡتَخۡلِفَنَّہُمۡ فِی الۡاَرۡضِ کَمَا اسۡتَخۡلَفَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ ۪ وَ لَیُمَکِّنَنَّ لَہُمۡ دِیۡنَہُمُ  الَّذِی ارۡتَضٰی لَہُمۡ وَ لَیُبَدِّلَنَّہُمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ خَوۡفِہِمۡ  اَمۡنًا ؕ یَعۡبُدُوۡنَنِیۡ لَا  یُشۡرِکُوۡنَ بِیۡ شَیۡئًا ؕ وَ مَنۡ  کَفَرَ بَعۡدَ ذٰلِکَ فَاُولٰٓئِکَ ہُمُ  الۡفٰسِقُوۡنَ ﴿﴾  وَ اَقِیۡمُوا الصَّلٰوۃَ  وَ اٰتُوا الزَّکٰوۃَ وَ اَطِیۡعُوا الرَّسُوۡلَ لَعَلَّکُمۡ تُرۡحَمُوۡنَ ﴿﴾  لَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مُعۡجِزِیۡنَ فِی الۡاَرۡضِ ۚ وَ مَاۡوٰىہُمُ النَّارُ ؕ وَ لَبِئۡسَ الۡمَصِیۡرُ ﴿٪﴾
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman  dan  beramal saleh di antara kamu niscaya Dia  akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi ini sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka khalifah, dan niscaya Dia akan meneguhkan bagi mereka agamanya yang telah Dia ridhai bagi mereka,  dan niscaya Dia akan mengubah keadaan mereka dengan keamanan sesudah ketakutan mereka. Mereka akan menyembah-Ku dan me-reka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan-Ku, dan barangsiapa kafir sesudah itu  mereka itulah orang-orang  durhaka.   Dan dirikanlah shalatbayar-lah zakat, dan taatilah Rasul supaya kamu mendapat rahmat, لَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مُعۡجِزِیۡنَ فِی الۡاَرۡضِ ۚ وَ مَاۡوٰىہُمُ النَّارُ ؕ وَ لَبِئۡسَ الۡمَصِیۡرُ  --  Janganlah engkau menyangka bahwa orang-orang kafir  akan dapat menggagalkan Kami di bumi,  dan tempat tinggal mereka adalah Api, dan sesungguhnya sangat buruk  tempat kembali itu. (An-Nūr [24]:56-58). 

Upaya Pengangkatan Khilafah Rancangan Manusia Pasti Gagal &   Manusia Makhluk “Pembantah

    Sangat jelas bahwa urusan  adanya Khalifah Ilahi dan system khilafat yang hakiki sepenuhnya wewenang Allah Swt., semua rancangan manusia akan mengalami kegagalan secara tragis,  sebagaimana firman-Nya:
وَ اِذۡ  قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اسۡجُدُوۡا  لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا  اِلَّاۤ  اِبۡلِیۡسَ ؕ کَانَ مِنَ  الۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ اَمۡرِ رَبِّہٖ ؕ اَفَتَتَّخِذُوۡنَہٗ وَ ذُرِّیَّتَہٗۤ  اَوۡلِیَآءَ مِنۡ دُوۡنِیۡ  وَ ہُمۡ  لَکُمۡ عَدُوٌّ ؕ بِئۡسَ  لِلظّٰلِمِیۡنَ  بَدَلًا ﴿﴾  مَاۤ  اَشۡہَدۡتُّہُمۡ خَلۡقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لَا خَلۡقَ اَنۡفُسِہِمۡ ۪ وَ مَا کُنۡتُ مُتَّخِذَ  الۡمُضِلِّیۡنَ  عَضُدًا ﴿﴾  وَ یَوۡمَ یَقُوۡلُ نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ  الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ  مَّوۡبِقًا ﴿﴾  وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا وَ لَمۡ  یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا ﴿٪﴾  وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ ؕ وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ  شَیۡءٍ  جَدَلًا ﴿﴾
Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah yakni patuhlah kepada  Adam," فَسَجَدُوۡۤا  اِلَّاۤ  اِبۡلِیۡسَ  --  maka  sujudlah mereka  kecuali iblis, کَانَ مِنَ  الۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ اَمۡرِ رَبِّہٖ   -- ia adalah dari golongan jin  maka ia mendurhakai perintah Rabb-nya (Tuhan-nya). اَفَتَتَّخِذُوۡنَہٗ وَ ذُرِّیَّتَہٗۤ  اَوۡلِیَآءَ مِنۡ دُوۡنِیۡ  وَ ہُمۡ  لَکُمۡ عَدُوٌّ --  Apakah kamu hendak mengambil dia dan keturunannya sebagai sahabat-sahabat selain Aku, padahal mereka itu musuh-musuhmu? بِئۡسَ  لِلظّٰلِمِیۡنَ  بَدَلًا -- Sangat buruk  bagi orang-orang yang zalim pertukaran itu. مَاۤ  اَشۡہَدۡتُّہُمۡ خَلۡقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لَا خَلۡقَ اَنۡفُسِہِمۡ ۪    --  Aku   sekali-kali tidak membuat mereka menyaksikan penciptaan seluruh langit dan bumi  dan tidak pula penciptaan mereka sendiri, وَ مَا کُنۡتُ مُتَّخِذَ  الۡمُضِلِّیۡنَ  عَضُدًا  -- dan Aku sama sekali tidak dapat mengambil mereka yang menyesatkan orang-orang sebagai pembantu. وَ یَوۡمَ یَقُوۡلُ نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ  الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ  -- Dan ingatlah hari  ketika Dia akan berfirman kepada mereka:  "Panggillah mereka yang kamu anggap sekutu-sekutu-Ku." فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ  مَّوۡبِقًا --  Lalu mereka  akan memanggil mereka itu  tetapi mereka itu tidak akan men­jawabnya  dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang."  وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ --     Dan  sungguh Kami benar-benar telah menjelaskan di dalam Al-Quran ini untuk manusia  setiap perumpamaan, وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ  شَیۡءٍ  جَدَلًا --   tetapi dalam segala sesuatu manusia yang paling banyak membantah.  (Al-Kahf [18]:51-55).
  Makna ayat:  وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ --     Dan  sungguh Kami benar-benar telah menjelaskan di dalam Al-Quran ini untuk manusia  setiap per-umpamaan, وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ  شَیۡءٍ  جَدَلًا --   tetapi dalam segala sesuatu manusia yang paling banyak membantah   ini dapat berarti:
 (a) Dari semua makhluk Allah,  manusia telah dianugerahi akal dan kemampuan-kemampuan otak, tetapi amat disayangkan ia mempergunakannya untuk menolak kebenaran dan juga untuk tujuan-tujuan buruk lainnya;
(b) atau dapat pula berarti, bahwa manusia itu adalah kurban prasangka-prasangka dan keragu-raguan mendalam yang jarang memperoleh kepuasan; dan oleh karena sifat ragu-ragu menjadi darah­-dagingnya maka ia berusaha menemukan celah-celah untuk mengelak dari dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang sangat meyakinkan sekalipun.

Makna “Wajah Hitam” dan “Wajah Putih

    Kembali kepada pernyataan Allah Swt. dalam  ayat-ayat surah Ibrahim sebelumnya:  یَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَیۡرَ الۡاَرۡضِ وَ السَّمٰوٰتُ وَ  بَرَزُوۡا  لِلّٰہِ  الۡوَاحِدِ  الۡقَہَّارِ --    Pada hari ketika bumi ini akan digantikan dengan bumi yang lain, dan begitu pula seluruh langit, dan mereka akan tampil menghadap Allah, Yang Maha Esa, Maha Perkasaوَ تَـرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ یَوۡمَئِذٍ مُّقَرَّنِیۡنَ فِی  الۡاَصۡفَادِ --  Dan  engkau akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat dengan rantai.   Baju mereka dari pelangkin (ter), dan wajah mereka akan tertutup  api” menjelaskan   firman  Allah Swt. sebelumnya:
یَّوۡمَ تَبۡیَضُّ وُجُوۡہٌ  وَّ تَسۡوَدُّ وُجُوۡہٌ ۚ فَاَمَّا الَّذِیۡنَ اسۡوَدَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ ۟ اَکَفَرۡتُمۡ بَعۡدَ اِیۡمَانِکُمۡ فَذُوۡقُوا الۡعَذَابَ بِمَا کُنۡتُمۡ تَکۡفُرُوۡنَ ﴿﴾  وَ اَمَّا الَّذِیۡنَ ابۡیَضَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ فَفِیۡ رَحۡمَۃِ اللّٰہِ ؕ ہُمۡ  فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ ﴿﴾  تِلۡکَ اٰیٰتُ اللّٰہِ نَتۡلُوۡہَا عَلَیۡکَ بِالۡحَقِّ ؕ وَ مَا اللّٰہُ یُرِیۡدُ  ظُلۡمًا لِّلۡعٰلَمِیۡنَ ﴿﴾ وَ لِلّٰہِ مَا فِی السَّمٰوٰتِ وَ مَا فِی الۡاَرۡضِ ؕ وَ  اِلَی اللّٰہِ  تُرۡجَعُ  الۡاُمُوۡرُ  ﴿﴾٪
Pada hari ketika  wajah-wajah menjadi putih, dan wajah-wajah lainnya   menjadi hitam Ada pun orang-orang yang wajahnya menjadi hitam,  dikatakan kepada mereka: “Apakah  kamu kafir  sesudah beriman  Karena itu rasakanlah azab ini disebabkan kekafiran kamu!"  Dan  ada pun orang-orang yang wajahnya putih, maka mereka akan berada di dalam rahmat Allah, mereka kekal  di dalamnya.   Itulah Ayat-ayat Allah, Kami membacakannya kepada engkau dengan haq,    dan Allah sekali-kali tidak menghendaki suatu kezaliman  atas seluruh alam.   Dan  milik Allah-lah apa pun  yang ada di seluruh langit dan apa pun yang ada di bumi, dan kepada Allah-lah segala urusan dikembalikan. (Ali ‘Imran [3]:107-110).
       Al-Quran telah menerangkan warna-warna “putih” dan “hitam” sebagai lambang, masing-masing untuk “kebahagiaan” dan “kesedihan” (QS.3:107, 108; QS.75:23-25; QS.80:39-41). Bila seseorang melakukan perbuatan yang karenanya ia mendapat pujian, orang Arab mengatakan mengenai dia: ibyadhdhaha wajhuhu, yakni “wajah orang itu menjadi putih”. Dan bila ia melakukan suatu pekerjaan yang patut disesali, maka dikatakan  mengenai dia iswadda wajhuhu, yakni, “wajahnya telah menjadi hitam”.

Akibat Kafir Setelah Beriman  & Makna Bilhaqq

      Ada pun makna "kafir setelah beriman" dalam ayat:  "Ada pun orang-orang yang wajahnya menjadi hitam, dikatakan kepada mereka: “Apakah  kamu kafir  sesudah beriman? Karena itu rasakanlah azab ini disebabkan kekafiran kamu!"  Tidak ada umat beragama yang tidak mempercayai kedatangan Rasul Akhir Zaman  -- dengan nama yang berlainan   -- yang mereka percayai (imani) akan mengunggulkan agama mereka atas agama-agama lainnya, sebagaimana yang juga diimani oleh umat Islam (QS.61:10).
      Tetapi ketika “sosok” rasul Allah yang dijanjikan Allah Swt. tersebut  benar-benar telah datang (QS.7:35-37), kemudian mereka – sesuai dengan Sunnatullah yang terjadi dengan para rasul Allah sebelumnya, termasuk Nabi Besar Muhammad saw.   --  mereka mendustakannya dan menentangnya secara zalim (QS.15:12; QS,36: 31-33; QS.43:8) – karena “sosoknya”  bertentangan dengan “persepsi keliru” mereka yang penuh khayal. Akibatnya mereka dicengkram  berbagai bentuk  azab Ilahi  (QS.6:132; QS.11:118; QS.17:16; QS.20:135-136; QS.26:209; QS.28:60),  dan  keadaan mereka menggenapi firman-Nya:   "Ada pun orang-orang yang wajahnya menjadi hitam, dikatakan kepada mereka: “Apakah  kamu kafir  sesudah beriman? Karena itu rasakanlah azab ini disebabkan kekafiran kamu!"  
      Kemudian mengenai makna ungkapan bil-haqq   -- secara harfiah berarti “dengan kebenaran” dan diterjemahkan sebagai “mengandung kebenaran”  -- dalam ayat: "Itulah Ayat-ayat Allah, Kami membacakannya kepada engkau dengan haq (QS.3:109).     Haqqa berarti:  Sesuatu itu dahulunya adalah atau menjadi adil, layak, betul, benar, asli, sejati, maujud atau nyata; atau sesuatu itu dahulunya adalah atau menjadi satu kenyataan yang pasti atau terbukti kebenarannya; sesuatu itu dahulunya adalah atau menjadi mengikat, keharusan atau kewajiban (Lexicon Lane). Ungkapan bil-haqq berarti:
    (1) bahwa Al-Quran meliputi ajaran-ajaran yang berdasar pada kebenaran-kebenaran yang kekal abadi dan tidak mungkin dapat berhasil dirusak;
        (2) bahwa mereka yang pertama-tama menerima merupakan kaum yang paling pantas menerimanya;
         (3) bahwa Al-Quran datang pada waktu yang telah datang untuk tetap lestari dan tiada usaha dari pihak penentangnya dapat membinasakannya atau melemahkannya.
Atau ungkapan bil-haqq berarti:
        (1) Tanda-tanda atau Ayat-ayat Allah Swt.  itu penuh dengan kebenaran;   
     (2) Tanda-tanda telah datang secara haq, yakni kamu mempunyai hak untuk menerima;
        (3)  Itulah saat yang paling tepat ayat-ayat itu diwahyukan.

Setiap Mukjizat Rasul Allah  Dianggap Sihir Atau Gejala Alam Biasa

      Namun  demikian dalam kenyataannya, pada setiap  zaman    tidak pernah ada para penentang rasul Allah   yang  mempercayai  berbagai mukjizat  yang mendukung kebenaran para rasul Allah    sebagai mukjizat melainkan  mereka mengganggapnya  sebagai sihir atau gejala alam yang biasa terjadi di berbagai zaman.
      Demikianlah makna firman Allah yang perintah-Nya telah diabaikan oleh umumnya  umat Islam – terutama di kawasan Timur Tengah  -- sehingga umat Islam  di sana  malah  terjerumus ke dalam “jurang api”, firman-Nya:
یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰہَ حَقَّ تُقٰتِہٖ وَ لَا تَمُوۡتُنَّ  اِلَّا وَ اَنۡتُمۡ  مُّسۡلِمُوۡنَ ﴿﴾  وَ اعۡتَصِمُوۡا بِحَبۡلِ اللّٰہِ جَمِیۡعًا وَّ لَا تَفَرَّقُوۡا ۪ وَ اذۡکُرُوۡا نِعۡمَتَ اللّٰہِ عَلَیۡکُمۡ  اِذۡ  کُنۡتُمۡ اَعۡدَآءً فَاَلَّفَ بَیۡنَ قُلُوۡبِکُمۡ فَاَصۡبَحۡتُمۡ بِنِعۡمَتِہٖۤ اِخۡوَانًا ۚ وَ کُنۡتُمۡ عَلٰی شَفَا حُفۡرَۃٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنۡقَذَکُمۡ مِّنۡہَا ؕ کَذٰلِکَ یُبَیِّنُ اللّٰہُ لَکُمۡ اٰیٰتِہٖ  لَعَلَّکُمۡ  تَہۡتَدُوۡنَ ﴿﴾ وَلۡتَکُنۡ مِّنۡکُمۡ اُمَّۃٌ یَّدۡعُوۡنَ اِلَی الۡخَیۡرِ وَ یَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَ یَنۡہَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡکَرِ ؕ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ  الۡمُفۡلِحُوۡنَ ﴿﴾ وَ لَا تَکُوۡنُوۡا کَالَّذِیۡنَ تَفَرَّقُوۡا وَ اخۡتَلَفُوۡا مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَہُمُ الۡبَیِّنٰتُ ؕ وَ اُولٰٓئِکَ لَہُمۡ عَذَابٌ عَظِیۡمٌ ﴿﴾ۙ  یَّوۡمَ تَبۡیَضُّ وُجُوۡہٌ  وَّ تَسۡوَدُّ وُجُوۡہٌ ۚ فَاَمَّا الَّذِیۡنَ اسۡوَدَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ ۟ اَکَفَرۡتُمۡ بَعۡدَ اِیۡمَانِکُمۡ فَذُوۡقُوا الۡعَذَابَ بِمَا کُنۡتُمۡ تَکۡفُرُوۡنَ ﴿﴾ وَ اَمَّا الَّذِیۡنَ ابۡیَضَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ فَفِیۡ رَحۡمَۃِ اللّٰہِ ؕ ہُمۡ  فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ ﴿﴾ تِلۡکَ اٰیٰتُ اللّٰہِ نَتۡلُوۡہَا عَلَیۡکَ بِالۡحَقِّ ؕ وَ مَا اللّٰہُ یُرِیۡدُ  ظُلۡمًا لِّلۡعٰلَمِیۡنَ ﴿﴾   وَ لِلّٰہِ مَا فِی السَّمٰوٰتِ وَ مَا فِی الۡاَرۡضِ ؕ وَ  اِلَی اللّٰہِ  تُرۡجَعُ  الۡاُمُوۡرُ﴿﴾٪
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenar-benarnya, dan  janganlah sekali-kali kamu mati kecuali kamu dalam keadaan berserah  diri.  Dan  berpegangteguhlah kamu sekalian pada tali Allah,  dan janganlah kamu berpecah-belah,  dan  ingatlah akan nikmat Allah atas kamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, lalu  Dia menyatukan hati kamu dengan kecintaan  antara satu sama lain maka  dengan nikmat-Nya itu kamu menjadi bersaudara, dan kamu dahulu berada di tepi jurang Api lalu Dia menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menjelaskan Ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu mendapat petunjuk.   Dan hendaklah ada segolongan di antara kamu   yang senantiasa menyeru manusia kepada kebaikan,  menyuruh kepada yang makrufmelarang dari berbuat munkar,  dan mereka itulah orang-orang yang berhasil.   Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang  berpecah belah dan berselisih  sesudah  bukti-bukti yang jelas datang kepada mereka, dan mereka itulah orang-orang  yang baginya  ada azab yang besar.   Pada hari  ketika  wajah-wajah menjadi putih, dan wajah-wajah lainnya   menjadi hitam. Ada pun orang-orang yang wajahnya menjadi hitam, dikatakan kepada mereka: “Apakah  kamu kafir  sesudah beriman? Karena itu rasakanlah azab ini disebabkan kekafiran kamu."   Dan  ada pun orang-orang yang wajahnya putih, maka mereka akan berada di dalam rahmat Allah, mereka kekal  di dalamnya.   Itulah Ayat-ayat Allah, Kami membacakannya kepada engkau dengan haq, dan Allah sekali-kali tidak menghendaki suatu kezaliman  atas seluruh alam.   Dan  milik Allah-lah apa pun  yang ada di seluruh langit dan apa pun yang ada di bumi, dan kepada Allah-lah segala urusan dikembalikan.  (Āli ‘Imran [3]:103-110).

(Bersambung)
       
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid

oo0oo
Pajajaran Anyar,  13  Januari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar