Bismillaahirrahmaanirrahiim
TAUBAT
DAN MOHON AMPUNAN ALLAH SWT.
Bab 101
KEGAGALAN “MAKAR BURUK” PARA PENENTANG KHALIFAH
ALLAH MELAWAN “MAKAR
TANDINGAN” ALLAH SWT. & MAKNA “WAJAH PUTIH” DAN “WAJAH
HITAM” SERTA AKIBAT BURUK “KAFIR SETELAH BERIMAN”
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
D
|
alam bagian
akhir Bab 100 dibahas
topik Golongan
“Jin” (Blok Kapitalisme) dan “Ins”
(Blok Sosialisme) Tidak
Punya Andil Dalam Penciptaan
Alam Semesta, firman-Nya: اَفَتَتَّخِذُوۡنَہٗ وَ ذُرِّیَّتَہٗۤ اَوۡلِیَآءَ مِنۡ دُوۡنِیۡ وَ ہُمۡ
لَکُمۡ عَدُوٌّ -- Apakah kamu hendak mengambil dia dan keturunannya sebagai sahabat-sahabat selain Aku, padahal mereka itu
musuh-musuh kamu? بِئۡسَ لِلظّٰلِمِیۡنَ
بَدَلًا -- Sangat buruk bagi orang-orang yang zalim pertukaran itu”
(Al-Kahf
18]:51).
Ada pun alasan mengapa kedua blok
besar golongan “jin” (Kapitalisme) dan “ins” (Sosialisme) pemilik kekuatan
duniawi yang sangat besar itu (At-tsaqalāni
-QS.55:32) senantiasa akan gagal
menciptakan “keamanan dan kedamaian” di dunia, Allah Swt. berfirman: مَاۤ اَشۡہَدۡتُّہُمۡ خَلۡقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لَا خَلۡقَ اَنۡفُسِہِمۡ ۪ -- Aku sekali-kali tidak membuat mereka menyaksikan
penciptaan seluruh langit dan bumi, dan tidak
pula penciptaan mereka sendiri. وَ مَا کُنۡتُ مُتَّخِذَ الۡمُضِلِّیۡنَ عَضُدًا -- dan Aku sama sekali tidak dapat mengambil
mereka yang menyesatkan orang-orang
sebagai pembantu (Al-Kahf [18]:52).
Kegagalan Berbagai Rancangan "Tertib Dunia Baru"
Ayat ini
agaknya menunjukkan, bahwa ketika itu – yakni di Akhir Zaman ini -- di
mana-mana umum akan ramai memperbincangkan Tertib Dunia Baru (The New World
Order) yang akan mengumandangkan tibanya satu masa keamanan dan kerukunan yang kekal abadi di dunia, dan
mereka yang mengaku-ngaku dirinya pemimpin yang menentukan haluan politik dan masyarakat akan berusaha dan mendakwakan
untuk menegakkan tertib baru.
Tetapi dengan tegas Allah Swt. meyatakan bahwa
upaya-upaya mereka -- khususnya golongan “jin” (Kapitalisme) dan “ins”
(Sosialisme) -- tidak
akan berhasil dalam usaha mereka, sebab Allah
Swt. telah memperuntukkan bagi Dzat-Nya Sendiri pelaksanaan
dan penyelesaian pekerjaan agung ini
dengan sempurna, yaitu melalui pengutusan “Khalifah-Nya”
yang dijanjikan-Nya di Akhir Zaman ini (QS.2:31-36; QS.62:3-5;
QS.72:27-29) -- bukan khalifah
dan khilafat buatan manusia – karena hanya wujud suci itulah yang mendapat syafaat dari Allah Swt. (QS.2:256) untuk menciptakan “Langit baru dan bumi baru”
(QS.14:47-53) yakni “kejayaan Islam yang
kedua kali, firman-Nya:
ہُوَ الَّذِیۡۤ اَرۡسَلَ
رَسُوۡلَہٗ بِالۡہُدٰی وَ
دِیۡنِ الۡحَقِّ لِیُظۡہِرَہٗ عَلَی الدِّیۡنِ کُلِّہٖ وَ لَوۡ کَرِہَ
الۡمُشۡرِکُوۡنَ ٪﴿﴾
Dia-lah Yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk
dan dengan agama yang benar supaya Dia memenangkannya atas semua agama,
walaupun orang musyrik tidak
menyukai (Ash-Shaf [61]:10).
Kenyataan yang akan terjadi tersebut
sesuai dengan firman Allah Swt. dalam
ayat selanjutnya: وَ یَوۡمَ یَقُوۡلُ نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ -- Dan ingatlah hari ketika Dia akan berfirman kepada
mereka: "Panggillah mereka yang kamu anggap
sekutu-sekutu-Ku." فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ مَّوۡبِقًا -- Lalu mereka akan memanggil mereka itu tetapi mereka
itu tidak akan menjawabnya dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang." وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا وَ لَمۡ یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا
-- Dan orang-orang yang berdosa akan melihat Api
itu, dan meyakini bahwa sesungguhnya
mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka
tidak akan dapat menemukan tempat
berpaling darinya. (Al-Kahf
[18]:53-54).
Ayat: فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ - -- “Lalu mereka akan memanggil mereka itu tetapi mereka
itu tidak akan menjawabnya وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ مَّوۡبِقًا -- dan Kami
menjadikan di antara mereka suatu penghalang."
Ayat ini dapat berarti, bahwa
bangsa-bangsa penganut Kapitalisme
(jin) dan Sosialisme (ins) itu akan membangun dinding-dinding peraturan harga-harga barang yang tinggi atau akan membuat tirai-tirai besi serta akan melakukan boikot ekonomi terhadap satu
sama lain; dan dapat pula berarti mereka
akan terlibat dalam peperangan-peperangan sengit yang akan membinasakan mereka.
Tidak Akan dapat Menghindarkan Diri dari Kobaran Api Perang Dunia III & Penciptaan
“Langit Baru dan Bumi baru” di Akhir Zaman
Makna ayat
selanjutnya: وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ -- “Dan orang-orang
yang berdosa akan melihat Api itu, فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا -- dan meyakini bahwa sesungguhnya mereka akan
jatuh ke dalamnya وَ لَمۡ یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا -- dan mereka tidak akan dapat menemukan tempat berpaling darinya.” Bangsa-bangsa kafir dari barat akan
menyaksikan mendekatnya suatu peperangan yang sangat dahsyat. Mereka akan mempergunakan segala macam cara yang mungkin untuk menghindarinya, tetapi segala rencana dan usaha mereka untuk tujuan itu akan terbukti sia-sia belaka.
Dunia Barat – yakni golongan Jin
(penganut Kapitalisme) -- sebelumnya telah melalui kesengsaraan yang ditimbulkan oleh dua Perang Dunia yang sangat
membinasakan, yang telah
hampir-hampir memusnahkan kekuasaan
politik dan kehormatannya di
dunia, serta telah menggoncangkan
kebudayaan barat sampai ke dasar-dasarnya.
Malapetaka ketiga berupa Perang Dunia III atau Perang Nuklir sedang mengancam kebudayaan mereka itu,
mungkin juga mengancam seluruh dunia,
benarlah firman-Nya kepada Nabi Besar Muhammad saw.:
وَ لَا تَحۡسَبَنَّ اللّٰہَ غَافِلًا
عَمَّا یَعۡمَلُ الظّٰلِمُوۡنَ ۬ؕ اِنَّمَا یُؤَخِّرُہُمۡ لِیَوۡمٍ تَشۡخَصُ فِیۡہِ
الۡاَبۡصَارُ ﴿ۙ﴾ مُہۡطِعِیۡنَ
مُقۡنِعِیۡ رُءُوۡسِہِمۡ لَا یَرۡتَدُّ اِلَیۡہِمۡ طَرۡفُہُمۡ ۚ وَ اَفۡـِٕدَتُہُمۡ ہَوَآءٌ ﴿ؕ﴾ وَ
اَنۡذِرِ النَّاسَ یَوۡمَ یَاۡتِیۡہِمُ الۡعَذَابُ فَیَقُوۡلُ الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡا
رَبَّنَاۤ اَخِّرۡنَاۤ اِلٰۤی
اَجَلٍ قَرِیۡبٍ ۙ نُّجِبۡ دَعۡوَتَکَ وَ نَتَّبِعِ الرُّسُلَ ؕ اَوَ
لَمۡ تَکُوۡنُوۡۤا اَقۡسَمۡتُمۡ
مِّنۡ قَبۡلُ مَا
لَکُمۡ مِّنۡ زَوَالٍ ﴿ۙ﴾ وَّ
سَکَنۡتُمۡ فِیۡ مَسٰکِنِ الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡۤا اَنۡفُسَہُمۡ وَ
تَبَیَّنَ لَکُمۡ کَیۡفَ فَعَلۡنَا
بِہِمۡ وَ ضَرَبۡنَا لَکُمُ
الۡاَمۡثَالَ ﴿﴾
Dan janganlah sama sekali engkau menyangka Allah
lengah terhadap apa yang dikerjakan
oleh orang-orang zalim itu, sesungguhnya Dia memberi mereka tangguh
hingga hari ketika mata mereka
akan terbelalak. Mereka terburu-buru
lari ketakutan dengan menengadahkan
kepalanya, pandangan mereka tidak berpaling dan hati mereka kosong. وَ اَنۡذِرِ النَّاسَ یَوۡمَ یَاۡتِیۡہِمُ
الۡعَذَابُ -- Dan peringatkanlah
manusia mengenai hari, ketika azab itu akan datang kepada mereka فَیَقُوۡلُ
الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡا رَبَّنَاۤ
اَخِّرۡنَاۤ اِلٰۤی اَجَلٍ قَرِیۡبٍ ۙ نُّجِبۡ دَعۡوَتَکَ وَ
نَتَّبِعِ الرُّسُلَ -- maka orang-orang
yang zalim akan berkata: “Ya Rabb
(Tuhan) kami, berilah kami tangguh
hingga masa yang dekat, kami akan menyambut seruan Engkau dan akan mengikuti para rasul.” اَوَ لَمۡ تَکُوۡنُوۡۤا اَقۡسَمۡتُمۡ مِّنۡ قَبۡلُ
مَا لَکُمۡ مِّنۡ
زَوَالٍ -- Dia
berfirman: “Bukankah kamu dahulu telah bersumpah
bahwa kamu sekali-kali tidak akan jatuh? وَّ سَکَنۡتُمۡ فِیۡ
مَسٰکِنِ الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡۤا اَنۡفُسَہُمۡ -- Dan
kamu menetap di tem-pat tinggal
orang-orang yang telah menzalimi diri
sendiri, تَبَیَّنَ
لَکُمۡ کَیۡفَ فَعَلۡنَا بِہِمۡ وَ ضَرَبۡنَا
لَکُمُ الۡاَمۡثَالَ -- dan telah menjadi
nyata bagi kamu bagaimana Kami berlaku terhadap mereka, dan Kami telah mengemukakan kepada
kamu perumpamaan-perumpamaan.” (Ibrahim [14:43-47).
Sehubungan dengan zaman Nabi Besar Muhammad saw. makna ayat: وَ لَا تَحۡسَبَنَّ
اللّٰہَ غَافِلًا عَمَّا یَعۡمَلُ الظّٰلِمُوۡنَ -- “Dan janganlah
sama sekali engkau menyangka Allah lengah terhadap apa yang dikerjakan oleh orang-orang zalim itu, اِنَّمَا
یُؤَخِّرُہُمۡ لِیَوۡمٍ تَشۡخَصُ
فِیۡہِ الۡاَبۡصَارُ -- “sesungguhnya Dia
memberi mereka tangguh hingga hari ketika mata mereka akan terbelalak. مُہۡطِعِیۡنَ مُقۡنِعِیۡ رُءُوۡسِہِمۡ
لَا یَرۡتَدُّ اِلَیۡہِمۡ طَرۡفُہُمۡ ۚ وَ
اَفۡـِٕدَتُہُمۡ ہَوَآءٌ -- Mereka
terburu-buru lari ketakutan dengan menengadahkan
kepalanya, pandangan mereka tidak berpaling dan hati mereka kosong.” (Ibrahim
[14:43-44).
Ayat-ayat tersebut memberikan
gambaran yang jelas mengenai kebingungan
dan kegemparan orang-orang Mekkah,
ketika mereka dengan tiba-tiba
mendapati Nabi Besar Muhammad saw. .
ada di pintu gerbang Mekkah
disertai oleh pasukan yang terdiri dari 10.000 prajurit, tanpa adanya tanda sedikit pun mengenai kedatangan
beliau saw. sebelumnya.
Akan Terulang di Akhir Zaman
Sebagai nubuatan
ayat-ayat tersebut akan kembali terulang
di Akhir Zaman ini, sebab Al-Quran bukanlah kumpulan kisah kaum-kaum purnabakala sebagaimana tuduhan para penentang Islam (QS.6:26;
QS.8:32; QS.16:25; 46:18; 83:14-18), dan akan terjadi berbagai peristiwa besar yang menggocangkan dunia secara tiba-tiba -- contohnya meletusnya dua
kali Perang Dua yang terjadi
secara tiba-tiba, demikian pula
dengan Perang Dunia III, Insya Allah
-- sehingga nubuatan mengenai terciptanya “Langit
baru dan bumi baru” dalam firman-Nya berikut ini pun akan menjadi kenyataan:
وَ قَدۡ مَکَرُوۡا مَکۡرَہُمۡ وَ
عِنۡدَ اللّٰہِ مَکۡرُہُمۡ ؕ وَ اِنۡ کَانَ مَکۡرُہُمۡ لِتَزُوۡلَ مِنۡہُ الۡجِبَالُ ﴿﴾ فَلَا
تَحۡسَبَنَّ اللّٰہَ مُخۡلِفَ وَعۡدِہٖ
رُسُلَہٗ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَزِیۡزٌ
ذُو انۡتِقَامٍ ﴿ؕ﴾ یَوۡمَ
تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَیۡرَ الۡاَرۡضِ وَ السَّمٰوٰتُ وَ بَرَزُوۡا
لِلّٰہِ الۡوَاحِدِ الۡقَہَّارِ ﴿﴾ وَ تَـرَی
الۡمُجۡرِمِیۡنَ یَوۡمَئِذٍ مُّقَرَّنِیۡنَ فِی
الۡاَصۡفَادِ ﴿ۚ﴾ سَرَابِیۡلُہُمۡ
مِّنۡ قَطِرَانٍ وَّ تَغۡشٰی وُجُوۡہَہُمُ
النَّارُ ﴿ۙ﴾ لِیَجۡزِیَ
اللّٰہُ کُلَّ نَفۡسٍ مَّا کَسَبَتۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ
سَرِیۡعُ الۡحِسَابِ ﴿﴾ ہٰذَا بَلٰغٌ لِّلنَّاسِ وَ
لِیُنۡذَرُوۡا بِہٖ وَ لِیَعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا ہُوَ اِلٰہٌ
وَّاحِدٌ وَّ لِیَذَّکَّرَ
اُولُوا الۡاَلۡبَابِ ﴿٪﴾
Dan sungguh mereka telah melakukan makar mereka,
tetapi makar mereka ada di sisi Allah,
dan jika sekali pun makar mereka
dapat memindahkan gunung-gunung. Maka janganlah
engkau sama sekali menyangka bahwa Allah akan menyalahi janji-Nya
kepada rasul-rasul-Nya, sesungguhnya
Allah Maha Perkasa, Yang memiliki pembalasan. یَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَیۡرَ الۡاَرۡضِ وَ السَّمٰوٰتُ وَ بَرَزُوۡا
لِلّٰہِ الۡوَاحِدِ الۡقَہَّارِ -- 4 Pada
hari ketika bumi ini akan digantikan dengan bumi yang lain, dan begitu pula
seluruh langit, dan mereka akan tampil menghadap Allah, Yang Maha Esa, Maha Perkasa. وَ تَـرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ یَوۡمَئِذٍ
مُّقَرَّنِیۡنَ فِی الۡاَصۡفَادِ -- Dan engkau
akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat dengan
rantai. Baju
mereka dari pelangkin (ter), dan wajah
mereka akan tertutup api.
لِیَجۡزِیَ اللّٰہُ کُلَّ
نَفۡسٍ مَّا کَسَبَتۡ ؕ اِنَّ
اللّٰہَ سَرِیۡعُ الۡحِسَابِ -- supaya Allah
membalas setiap jiwa apa yang telah
diusahakannya, sesungguhnya penghisaban
Allah sangat cepat. ہٰذَا
بَلٰغٌ لِّلنَّاسِ وَ لِیُنۡذَرُوۡا بِہٖ
وَ لِیَعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا ہُوَ
اِلٰہٌ وَّاحِدٌ وَّ لِیَذَّکَّرَ اُولُوا الۡاَلۡبَابِ -- Al-Quran ini adalah penjelas-an yang cukup bagi manusia, dan supaya dengannya mereka mendapat peringatan,
dan supaya mereka mengetahui bahwa sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa,
dan supaya orang-orang yang berakal
memberikan perhatian. (Ibrahim [14]:47-53).
Allah
Swt. sungguh-sungguh
mengetahui makar buruk para penentang
rasul Allah, bagaimana pun hebatnya rancangan “makar-buruk mereka tetapi
Allah Swt. akan menggagalkannya: وَ قَدۡ مَکَرُوۡا مَکۡرَہُمۡ وَ عِنۡدَ اللّٰہِ مَکۡرُہُمۡ ؕ وَ
اِنۡ کَانَ مَکۡرُہُمۡ لِتَزُوۡلَ مِنۡہُ
الۡجِبَالُ -- “
Dan sungguh mereka
telah melakukan makar mereka, tetapi makar
mereka ada di sisi Allah, dan jika sekali pun makar
mereka dapat memindahkan
gunung-gunung. فَلَا
تَحۡسَبَنَّ اللّٰہَ مُخۡلِفَ وَعۡدِہٖ
رُسُلَہٗ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَزِیۡزٌ
ذُو انۡتِقَامٍ
-- Maka janganlah engkau sama sekali menyangka bahwa Allah
akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-ra-sul-Nya, sesungguhnya Allah
Maha Perkasa, Yang memiliki
pembalasan.“ (Ibrahim [14]:47-48).
Jadi, dengan jatuhnya Mekkah dan tegaknya Islam
di Arabia sebagai satu kekuatan dahsyat,
maka seolah-olah terwujudlah satu alam
semesta baru dengan langit dan bumi baru. Di jazirah Arabia tatanan lama telah dilenyapkan dan diganti oleh tatanan baru
yang sama sekali berbeda dari yang
lama.
Keadaan tersebut akan berulang di Akhir Zaman ini saat terwujudnya nubuatan kejayaan Islam yang kedua kali
(QS.62:3-4; QS.71:10), sebab penetapan “khalifah”
Allah (Rasul Allah) dan system khilafat
(QS.24:56) guna terciptanya “langit baru
dan bumi baru” sepenuhnya wewenang Allah Swt., firman-Nya:
وَعَدَ اللّٰہُ
الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡکُمۡ وَ
عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَیَسۡتَخۡلِفَنَّہُمۡ فِی الۡاَرۡضِ کَمَا اسۡتَخۡلَفَ
الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ ۪ وَ لَیُمَکِّنَنَّ لَہُمۡ دِیۡنَہُمُ الَّذِی ارۡتَضٰی لَہُمۡ وَ لَیُبَدِّلَنَّہُمۡ
مِّنۡۢ بَعۡدِ خَوۡفِہِمۡ اَمۡنًا ؕ
یَعۡبُدُوۡنَنِیۡ لَا یُشۡرِکُوۡنَ بِیۡ
شَیۡئًا ؕ وَ مَنۡ کَفَرَ بَعۡدَ ذٰلِکَ
فَاُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ ﴿﴾ وَ اَقِیۡمُوا الصَّلٰوۃَ وَ
اٰتُوا الزَّکٰوۃَ وَ اَطِیۡعُوا الرَّسُوۡلَ لَعَلَّکُمۡ تُرۡحَمُوۡنَ ﴿﴾ لَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مُعۡجِزِیۡنَ فِی الۡاَرۡضِ ۚ
وَ مَاۡوٰىہُمُ النَّارُ ؕ وَ لَبِئۡسَ الۡمَصِیۡرُ ﴿٪﴾
Allah telah berjanji kepada
orang-orang yang beriman dan beramal
saleh di antara kamu niscaya Dia
akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi ini sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum
mereka khalifah, dan niscaya Dia
akan meneguhkan bagi mereka agamanya yang telah Dia ridhai bagi mereka,
dan niscaya Dia akan mengubah keadaan
mereka dengan keamanan sesudah ketakutan
mereka. Mereka akan menyembah-Ku
dan me-reka tidak akan mempersekutukan
sesuatu dengan-Ku, dan barangsiapa
kafir sesudah itu mereka itulah
orang-orang durhaka. Dan dirikanlah shalat, bayar-lah zakat, dan taatilah Rasul supaya kamu mendapat rahmat, لَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا
مُعۡجِزِیۡنَ فِی الۡاَرۡضِ ۚ وَ مَاۡوٰىہُمُ النَّارُ ؕ وَ لَبِئۡسَ الۡمَصِیۡرُ -- Janganlah
engkau menyangka bahwa orang-orang
kafir akan dapat menggagalkan Kami di
bumi, dan tempat tinggal mereka adalah Api, dan sesungguhnya sangat buruk tempat
kembali itu. (An-Nūr [24]:56-58).
Upaya Pengangkatan Khilafah Rancangan Manusia Pasti Gagal &
Manusia Makhluk “Pembantah”
Sangat jelas bahwa urusan adanya Khalifah
Ilahi dan system khilafat yang
hakiki sepenuhnya wewenang Allah
Swt., semua rancangan manusia akan
mengalami kegagalan secara tragis,
sebagaimana firman-Nya:
وَ اِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِیۡسَ ؕ کَانَ مِنَ
الۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ اَمۡرِ رَبِّہٖ ؕ اَفَتَتَّخِذُوۡنَہٗ وَ ذُرِّیَّتَہٗۤ اَوۡلِیَآءَ مِنۡ
دُوۡنِیۡ وَ ہُمۡ لَکُمۡ عَدُوٌّ ؕ
بِئۡسَ لِلظّٰلِمِیۡنَ
بَدَلًا ﴿﴾ مَاۤ اَشۡہَدۡتُّہُمۡ خَلۡقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لَا خَلۡقَ اَنۡفُسِہِمۡ ۪ وَ مَا کُنۡتُ
مُتَّخِذَ الۡمُضِلِّیۡنَ
عَضُدًا ﴿﴾ وَ یَوۡمَ
یَقُوۡلُ نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ
فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ مَّوۡبِقًا ﴿﴾ وَ
رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ
النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا وَ لَمۡ
یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا ﴿٪﴾ وَ
لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا
الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ
کُلِّ مَثَلٍ ؕ وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ شَیۡءٍ جَدَلًا ﴿﴾
Dan
ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat:
"Sujudlah yakni patuhlah kepada Adam,"
فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِیۡسَ
-- maka sujudlah
mereka kecuali iblis, کَانَ مِنَ الۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ اَمۡرِ رَبِّہٖ -- ia adalah dari golongan jin maka ia mendurhakai perintah Rabb-nya (Tuhan-nya). اَفَتَتَّخِذُوۡنَہٗ وَ ذُرِّیَّتَہٗۤ اَوۡلِیَآءَ مِنۡ دُوۡنِیۡ وَ ہُمۡ
لَکُمۡ عَدُوٌّ -- Apakah kamu hendak mengambil dia dan keturunannya sebagai sahabat-sahabat selain Aku, padahal mereka itu
musuh-musuhmu? بِئۡسَ لِلظّٰلِمِیۡنَ
بَدَلًا -- Sangat buruk bagi orang-orang yang zalim pertukaran itu.
مَاۤ اَشۡہَدۡتُّہُمۡ خَلۡقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لَا خَلۡقَ اَنۡفُسِہِمۡ ۪ -- Aku
sekali-kali tidak membuat mereka menyaksikan penciptaan seluruh langit
dan bumi, dan tidak
pula penciptaan mereka sendiri, وَ مَا کُنۡتُ مُتَّخِذَ الۡمُضِلِّیۡنَ عَضُدًا -- dan Aku
sama sekali tidak dapat mengambil mereka yang menyesatkan orang-orang sebagai pembantu. وَ یَوۡمَ یَقُوۡلُ نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ -- Dan ingatlah hari ketika Dia akan berfirman kepada
mereka: "Panggillah mereka yang kamu anggap sekutu-sekutu-Ku."
فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ مَّوۡبِقًا -- Lalu mereka akan memanggil mereka itu tetapi mereka
itu tidak akan menjawabnya dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang." وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ -- Dan sungguh Kami
benar-benar telah menjelaskan di dalam Al-Quran ini untuk manusia setiap perumpamaan, وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ شَیۡءٍ
جَدَلًا -- tetapi dalam segala sesuatu manusia yang paling banyak membantah. (Al-Kahf
[18]:51-55).
Makna ayat:
وَ لَقَدۡ
صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ -- Dan sungguh Kami
benar-benar telah menjelaskan di dalam Al-Quran ini untuk manusia setiap per-umpamaan, وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ شَیۡءٍ
جَدَلًا -- tetapi dalam segala sesuatu manusia yang paling banyak membantah”
ini dapat berarti:
(a) Dari semua makhluk Allah, manusia telah dianugerahi akal dan kemampuan-kemampuan otak, tetapi amat disayangkan ia
mempergunakannya untuk menolak kebenaran
dan juga untuk tujuan-tujuan buruk
lainnya;
(b) atau dapat pula berarti, bahwa manusia itu adalah kurban prasangka-prasangka dan keragu-raguan
mendalam yang jarang memperoleh kepuasan;
dan oleh karena sifat ragu-ragu
menjadi darah-dagingnya maka ia
berusaha menemukan celah-celah untuk
mengelak dari dalil-dalil dan keterangan-keterangan
yang sangat meyakinkan sekalipun.
Makna
“Wajah Hitam” dan “Wajah Putih”
Kembali kepada pernyataan Allah Swt. dalam ayat-ayat surah Ibrahim sebelumnya: یَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَیۡرَ الۡاَرۡضِ وَ السَّمٰوٰتُ وَ بَرَزُوۡا
لِلّٰہِ الۡوَاحِدِ الۡقَہَّارِ -- Pada hari
ketika bumi ini akan digantikan dengan bumi yang lain, dan begitu pula seluruh langit, dan mereka
akan tampil menghadap Allah, Yang
Maha Esa, Maha Perkasa. وَ تَـرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ یَوۡمَئِذٍ
مُّقَرَّنِیۡنَ فِی الۡاَصۡفَادِ -- Dan engkau
akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat dengan rantai. Baju mereka dari pelangkin (ter), dan wajah mereka akan tertutup api” menjelaskan firman
Allah Swt. sebelumnya:
یَّوۡمَ
تَبۡیَضُّ وُجُوۡہٌ وَّ تَسۡوَدُّ وُجُوۡہٌ ۚ فَاَمَّا الَّذِیۡنَ
اسۡوَدَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ ۟ اَکَفَرۡتُمۡ بَعۡدَ
اِیۡمَانِکُمۡ فَذُوۡقُوا
الۡعَذَابَ بِمَا کُنۡتُمۡ تَکۡفُرُوۡنَ ﴿﴾ وَ
اَمَّا الَّذِیۡنَ ابۡیَضَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ
فَفِیۡ رَحۡمَۃِ
اللّٰہِ ؕ ہُمۡ
فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ ﴿﴾ تِلۡکَ اٰیٰتُ اللّٰہِ
نَتۡلُوۡہَا عَلَیۡکَ بِالۡحَقِّ ؕ وَ مَا اللّٰہُ یُرِیۡدُ ظُلۡمًا لِّلۡعٰلَمِیۡنَ ﴿﴾ وَ لِلّٰہِ مَا فِی السَّمٰوٰتِ وَ مَا فِی الۡاَرۡضِ ؕ وَ اِلَی اللّٰہِ
تُرۡجَعُ الۡاُمُوۡرُ ﴿﴾٪
Pada hari ketika wajah-wajah
menjadi putih, dan wajah-wajah lainnya menjadi hitam. Ada pun orang-orang yang wajahnya menjadi hitam, dikatakan kepada mereka: “Apakah kamu
kafir sesudah beriman? Karena itu rasakanlah azab ini disebabkan kekafiran
kamu!" Dan ada pun orang-orang yang wajahnya putih, maka mereka akan berada di dalam rahmat Allah, mereka kekal
di dalamnya. Itulah Ayat-ayat Allah, Kami membacakannya kepada engkau dengan haq, dan Allah sekali-kali tidak
menghendaki suatu kezaliman atas seluruh
alam. Dan milik
Allah-lah apa pun yang ada di seluruh
langit dan apa pun yang ada di bumi,
dan kepada Allah-lah segala urusan
dikembalikan. (Ali ‘Imran [3]:107-110).
Al-Quran telah menerangkan warna-warna
“putih” dan “hitam” sebagai lambang, masing-masing untuk “kebahagiaan” dan “kesedihan”
(QS.3:107, 108; QS.75:23-25; QS.80:39-41). Bila seseorang melakukan perbuatan yang karenanya ia mendapat pujian, orang Arab mengatakan mengenai
dia: ibyadhdhaha wajhuhu, yakni “wajah
orang itu menjadi putih”. Dan bila ia melakukan suatu pekerjaan yang patut disesali,
maka dikatakan mengenai dia iswadda
wajhuhu, yakni, “wajahnya telah
menjadi hitam”.
Akibat Kafir Setelah Beriman
& Makna Bilhaqq
Ada pun makna "kafir setelah beriman" dalam ayat: "Ada pun orang-orang yang wajahnya menjadi hitam,
dikatakan kepada mereka: “Apakah
kamu kafir sesudah beriman?
Karena itu rasakanlah azab ini
disebabkan kekafiran kamu!" Tidak ada umat beragama yang
tidak mempercayai kedatangan Rasul Akhir
Zaman -- dengan nama yang berlainan -- yang
mereka percayai (imani) akan mengunggulkan agama mereka atas agama-agama lainnya, sebagaimana yang
juga diimani oleh umat Islam (QS.61:10).
Tetapi ketika “sosok” rasul Allah yang dijanjikan Allah Swt. tersebut
benar-benar telah datang (QS.7:35-37), kemudian mereka – sesuai dengan Sunnatullah yang terjadi dengan para rasul Allah sebelumnya, termasuk Nabi Besar Muhammad saw. --
mereka mendustakannya dan menentangnya secara zalim (QS.15:12; QS,36: 31-33; QS.43:8) – karena “sosoknya” bertentangan
dengan “persepsi keliru” mereka yang
penuh khayal. Akibatnya mereka dicengkram berbagai bentuk azab
Ilahi (QS.6:132; QS.11:118; QS.17:16;
QS.20:135-136; QS.26:209; QS.28:60), dan
keadaan mereka menggenapi firman-Nya: "Ada pun orang-orang yang wajahnya menjadi hitam,
dikatakan kepada mereka: “Apakah
kamu kafir sesudah beriman?
Karena itu rasakanlah azab ini
disebabkan kekafiran kamu!"
Kemudian mengenai makna ungkapan bil-haqq
-- secara harfiah berarti “dengan
kebenaran” dan diterjemahkan sebagai “mengandung kebenaran” -- dalam ayat: "Itulah Ayat-ayat
Allah, Kami membacakannya kepada
engkau dengan haq (QS.3:109). Haqqa berarti: Sesuatu itu dahulunya adalah atau menjadi
adil, layak, betul, benar, asli, sejati, maujud atau nyata; atau sesuatu itu
dahulunya adalah atau menjadi satu kenyataan yang pasti atau terbukti
kebenarannya; sesuatu itu dahulunya adalah atau menjadi mengikat, keharusan
atau kewajiban (Lexicon Lane).
Ungkapan bil-haqq berarti:
(1) bahwa Al-Quran meliputi
ajaran-ajaran yang berdasar pada kebenaran-kebenaran yang kekal abadi dan tidak
mungkin dapat berhasil dirusak;
(2) bahwa mereka yang
pertama-tama menerima merupakan kaum yang paling pantas menerimanya;
(3) bahwa Al-Quran datang pada waktu yang
telah datang untuk tetap lestari dan tiada usaha dari pihak penentangnya dapat
membinasakannya atau melemahkannya.
Atau ungkapan bil-haqq
berarti:
(1) Tanda-tanda atau Ayat-ayat
Allah Swt. itu penuh dengan kebenaran;
(2) Tanda-tanda telah datang secara haq,
yakni kamu mempunyai hak untuk menerima;
(3) Itulah
saat yang paling tepat ayat-ayat itu diwahyukan.
Setiap Mukjizat Rasul
Allah Dianggap Sihir Atau Gejala Alam Biasa
Namun
demikian dalam kenyataannya, pada setiap
zaman tidak pernah ada para penentang rasul Allah
yang mempercayai berbagai mukjizat yang mendukung kebenaran para rasul Allah sebagai mukjizat
melainkan mereka mengganggapnya sebagai sihir atau gejala alam yang biasa terjadi di berbagai zaman.
Demikianlah makna firman Allah yang perintah-Nya telah diabaikan oleh
umumnya umat Islam – terutama di kawasan Timur Tengah -- sehingga umat Islam di sana
malah terjerumus ke dalam “jurang
api”, firman-Nya:
یٰۤاَیُّہَا
الَّذِیۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا
اللّٰہَ حَقَّ تُقٰتِہٖ وَ لَا تَمُوۡتُنَّ اِلَّا وَ اَنۡتُمۡ
مُّسۡلِمُوۡنَ ﴿﴾ وَ
اعۡتَصِمُوۡا بِحَبۡلِ اللّٰہِ جَمِیۡعًا
وَّ لَا تَفَرَّقُوۡا ۪ وَ اذۡکُرُوۡا
نِعۡمَتَ اللّٰہِ عَلَیۡکُمۡ اِذۡ
کُنۡتُمۡ اَعۡدَآءً فَاَلَّفَ بَیۡنَ
قُلُوۡبِکُمۡ فَاَصۡبَحۡتُمۡ
بِنِعۡمَتِہٖۤ اِخۡوَانًا ۚ وَ
کُنۡتُمۡ عَلٰی
شَفَا حُفۡرَۃٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنۡقَذَکُمۡ مِّنۡہَا ؕ کَذٰلِکَ یُبَیِّنُ اللّٰہُ
لَکُمۡ اٰیٰتِہٖ لَعَلَّکُمۡ
تَہۡتَدُوۡنَ ﴿﴾ وَلۡتَکُنۡ مِّنۡکُمۡ اُمَّۃٌ یَّدۡعُوۡنَ اِلَی الۡخَیۡرِ وَ یَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَ یَنۡہَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡکَرِ ؕ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ ﴿﴾ وَ لَا تَکُوۡنُوۡا کَالَّذِیۡنَ تَفَرَّقُوۡا
وَ اخۡتَلَفُوۡا مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَہُمُ
الۡبَیِّنٰتُ ؕ وَ اُولٰٓئِکَ لَہُمۡ
عَذَابٌ عَظِیۡمٌ ﴿﴾ۙ یَّوۡمَ تَبۡیَضُّ
وُجُوۡہٌ وَّ تَسۡوَدُّ وُجُوۡہٌ ۚ فَاَمَّا الَّذِیۡنَ
اسۡوَدَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ ۟ اَکَفَرۡتُمۡ بَعۡدَ
اِیۡمَانِکُمۡ فَذُوۡقُوا
الۡعَذَابَ بِمَا کُنۡتُمۡ تَکۡفُرُوۡنَ ﴿﴾
وَ اَمَّا الَّذِیۡنَ ابۡیَضَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ
فَفِیۡ رَحۡمَۃِ
اللّٰہِ ؕ ہُمۡ
فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ ﴿﴾ تِلۡکَ اٰیٰتُ اللّٰہِ نَتۡلُوۡہَا عَلَیۡکَ بِالۡحَقِّ ؕ وَ مَا اللّٰہُ یُرِیۡدُ ظُلۡمًا لِّلۡعٰلَمِیۡنَ ﴿﴾ وَ
لِلّٰہِ مَا فِی السَّمٰوٰتِ
وَ مَا فِی الۡاَرۡضِ ؕ وَ اِلَی
اللّٰہِ تُرۡجَعُ الۡاُمُوۡرُ﴿﴾٪
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenar-benarnya, dan janganlah
sekali-kali kamu mati kecuali kamu
dalam keadaan berserah diri. Dan berpegangteguhlah
kamu sekalian pada tali Allah, dan janganlah kamu berpecah-belah, dan ingatlah
akan nikmat Allah atas kamu ketika kamu
dahulu bermusuh-musuhan, lalu Dia
menyatukan hati kamu dengan kecintaan antara satu sama lain maka dengan
nikmat-Nya itu kamu menjadi bersaudara, dan kamu dahulu berada di tepi jurang Api lalu Dia menyelamatkan kamu darinya.
Demikianlah Allah menjelaskan Ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu mendapat
petunjuk. Dan hendaklah
ada segolongan di antara kamu yang senantiasa menyeru manusia
kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf, melarang
dari berbuat munkar, dan mereka
itulah orang-orang yang berhasil. Dan janganlah
kamu menjadi seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih
sesudah bukti-bukti
yang jelas datang kepada mereka, dan mereka itulah orang-orang yang
baginya ada azab yang besar. Pada hari ketika wajah-wajah
menjadi putih, dan wajah-wajah lainnya menjadi hitam. Ada pun orang-orang yang wajahnya menjadi hitam,
dikatakan kepada mereka: “Apakah kamu kafir sesudah beriman?
Karena itu rasakanlah azab ini
disebabkan kekafiran kamu." Dan ada
pun orang-orang yang wajahnya putih, maka mereka akan berada di dalam rahmat Allah, mereka kekal di dalamnya. Itulah Ayat-ayat Allah, Kami membacakannya kepada engkau dengan haq, dan Allah sekali-kali tidak menghendaki suatu
kezaliman atas seluruh alam. Dan milik
Allah-lah apa pun yang ada di seluruh
langit dan apa pun yang ada di bumi, dan kepada Allah-lah segala urusan dikembalikan. (Āli ‘Imran [3]:103-110).
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran Anyar,
13 Januari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar