Kamis, 12 Januari 2017

Menciptakan "Langit Baru" dan "Bumi Baru" Sepenuhnya Wewenang Allah Swt. & Makna "Dua Golongan Manusia" yang Disebut "Jin" dan "Ins" dan Hubungannya Dengan "Api"



Bismillaahirrahmaanirrahiim


  TAUBAT  DAN   MOHON  AMPUNAN  ALLAH SWT.

Bab  100

  MENCIPTAKAN 
LANGIT BARU DAN BUMI BARU” SEPENUHNYA WEWENANG ALLAH SWT. & MAKNA  DUA GOLONGAN MANUSIA YANG DISEBUT  JIN DAN INS  DAN HUBUNGANNYA DENGAN “API”

 Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam   bagian akhir  Bab 99  dibahas   topik Jawaban Tegas Allah Swt. Mengenai Kegagalan Para Penentang Al-Quran sehubungan dengan firman-Nya:
وَ اِنۡ کُنۡتُمۡ فِیۡ رَیۡبٍ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلٰی عَبۡدِنَا فَاۡتُوۡا بِسُوۡرَۃٍ مِّنۡ مِّثۡلِہٖ ۪ وَ ادۡعُوۡا شُہَدَآءَکُمۡ مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ  اِنۡ کُنۡتُمۡ صٰدِقِیۡنَ ﴿﴾ فَاِنۡ لَّمۡ تَفۡعَلُوۡا وَ لَنۡ تَفۡعَلُوۡا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِیۡ وَقُوۡدُہَا النَّاسُ وَ الۡحِجَارَۃُ  ۚۖ اُعِدَّتۡ لِلۡکٰفِرِیۡنَ ﴿﴾
Dan jika kamu  dalam keraguan mengenai apa yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami, maka  buatlah satu Surah yang semisalnya, dan panggillah penolong-penolong kamu selain Allah jika kamu  adalah orang-orang yang benar.    فَاِنۡ لَّمۡ تَفۡعَلُوۡا  --   Tetapi jika kamu  tidak mampu melakukannya,  وَ لَنۡ تَفۡعَلُوۡا -- dan kamu tidak akan pernah mampu melakukannya, فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِیۡ وَقُوۡدُہَا النَّاسُ وَ الۡحِجَارَۃُ    -- maka peliharalah diri kamu dari Api  yang bahan bakarnya  manusia   dan batu اُعِدَّتۡ لِلۡکٰفِرِیۡنَ --  yang disediakan bagi orang-orang kafir  (Al-Baqarah [2]:24-25).
      Namun dengan tegas Allah Swt. menjawab-Nya sendiri mengenai – bukan saja ketidak-mampuan para penentang Al-Quran untuk melakukannya, bahkan diberitahuian juga akibat buruk yang akan menimpa mereka jika mereka memaksakan diri mengamalkan pemikiran-pemikiran dan gagasan-gagasan  yang mereka buat --  firman-Nya:  فَاِنۡ لَّمۡ تَفۡعَلُوۡا  --   Tetapi jika kamu  tidak mampu melakukannya,  وَ لَنۡ تَفۡعَلُوۡا -- dan kamu tidak akan pernah mampu melakukannya, فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِیۡ وَقُوۡدُہَا النَّاسُ وَ الۡحِجَارَۃُ    -- maka peliharalah diri kamu dari Api  yang bahan bakarnya  manusia   dan batu (Al-Baqarah [2]:25).
        Kata “bahan bakar” dapat diambil dalam artian kiasan dan berarti bahwa siksaan api (neraka) itu disebabkan oleh menyembah berhala. Jadi berhala-berhala itu bagaikan “bahan bakar” untuk menyalanya api (neraka), karena menjadi sarana untuk menghidupkan api (neraka), atau “batu” berarti berhala-berhala yang dipuja orang-orang musyrik sebagai dewa-dewa, maksudnya ialah orang-orang musyrik akan dihinakan dengan menyaksikan sendiri dewa-dewa mereka  dilemparkan ke dalam api.

Makna “Bahan Bakar Api”  Berupa “Manusia” dan “Batu

       Kata-kata an-nās (manusia) dan al-hijārah (batu) dapat pula dianggap menunjuk kepada dua golongan penghuni neraka:
      (1) an-nās dapat menunjuk kepada orang-orang kafir (orang-orang musyrik) yang masih mempunyai semacam kecintaan kepada Allah Swt.;    
       (2)  al-hijārah (batu)   adalah orang-orang  yang di dalam hati mereka, sama sekali tidak ada kecintaan kepada Allah Swt., bahkan tidak mempercayai adanya Tuhan (Atheisme).  Orang-orang semacam itu memang tidak lebih dari batu. Kata hijārah itu jamak dari hajar yang berarti: batu, karang, emas, dan juga seseorang tanpa tanding, yaitu  orang besar, pemimpin (Lexicon Lane). Jadi, benarlah firman-Nya berikut ini kepada Nabi Besar Muhammad saw.:
قُلۡ لَّئِنِ اجۡتَمَعَتِ الۡاِنۡسُ وَ الۡجِنُّ عَلٰۤی اَنۡ یَّاۡتُوۡا بِمِثۡلِ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لَا یَاۡتُوۡنَ بِمِثۡلِہٖ وَ لَوۡ کَانَ بَعۡضُہُمۡ لِبَعۡضٍ  ظَہِیۡرًا ﴿﴾  
Katakanlah: “Jika  ins  (manusia) dan jin benar-benar berhimpun  untuk mendatangkan yang semisal Al-Quran ini, mereka tidak akan sanggup men-datangkan yang sama seperti ini, walaupun  sebagian mereka membantu sebagian yang lain.” (Bani Israil [17]:89).
      Karena ayat-ayat yang mendahuluinya membahas masalah ruh  -- baik ruh manusia mau pun “ruh” Al-Quran  - (QS.18:86-88)  – karena itu tantangan dalam ayat ini pertama-tama diajukan kepada mereka yang berkecimpung dalam kebiasaan-kebiasaan klenik, supaya mereka meminta pertolongan ruh-ruh gaib, yang darinya orang-orang ahli kebatinan itu —  menurut pengakuannya sendiri — menerima ilmu ruhani. Tantangan ini berlaku pula untuk semua orang yang menolak Al-Quran bersumber pada Tuhan (Allah Swt.) dan untuk sepanjang masa.

Jawaban Kedua:  Keberadaan  Khalifah Allah  dan Khilafat Adalah Wewenang Allah Swt.

        Demikianlah jawaban pertama  pertanyaan: Mengapa konsep-konsep  keamanan dan perdamaian dunia  buatan manusia – yang bertentangan dengan petunjuk Allah Swt. dalam Al-Quran -- tersebut senantiasa mengalami kegagalan, sekali pun Liga Bangsa-bangsa telah diubah menjadi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)?  Jawaban yang kedua:
        (2) Sebab Allah Swt. berfirman bahwa  menciptakan “langit baru dan bumi baru” merupakan wewenang-Nya (QS.2:31-36; QS.14:45-53), dan tidak ada seorang pun dapat memberikan syafaat kecuali dengan izin-Nya (QS.2:256), yaitu para rasul Allah.  Dia berfirman:
وَ اِذۡ  قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اسۡجُدُوۡا  لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا  اِلَّاۤ  اِبۡلِیۡسَ ؕ کَانَ مِنَ  الۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ اَمۡرِ رَبِّہٖ ؕ اَفَتَتَّخِذُوۡنَہٗ وَ ذُرِّیَّتَہٗۤ  اَوۡلِیَآءَ مِنۡ دُوۡنِیۡ  وَ ہُمۡ  لَکُمۡ عَدُوٌّ ؕ بِئۡسَ  لِلظّٰلِمِیۡنَ  بَدَلًا ﴿﴾  مَاۤ  اَشۡہَدۡتُّہُمۡ خَلۡقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لَا خَلۡقَ اَنۡفُسِہِمۡ ۪ وَ مَا کُنۡتُ مُتَّخِذَ  الۡمُضِلِّیۡنَ  عَضُدًا ﴿﴾  وَ یَوۡمَ یَقُوۡلُ نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ  الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ  مَّوۡبِقًا ﴿﴾  وَ رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا وَ لَمۡ  یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا ﴿٪﴾  وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ ؕ وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ  شَیۡءٍ  جَدَلًا ﴿﴾
Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah yakni patuhlah kepada  Adam,"  maka  sujudlah mereka  kecuali iblis,- ia adalah dari golongan jin  maka ia mendurhakai perintah Rabb-nya (Tuhan-nya).   Apakah kamu hendak mengambil dia dan keturunannya sebagai sahabat-sahabat selain Aku, padahal mereka itu musuh-musuhmu? Sangat buruk  bagi orang-orang yang zalim pertukaran itu.   Aku   sekali-kali tidak mem.-buat mereka menyaksikan penciptaan seluruh langit dan bumi,    dan tidak pula penciptaan mereka sendiri, dan Aku sama sekali tidak dapat mengambil mereka yang menyesatkan orang-orang sebagai pembantu.  Dan ingatlah hari  ketika Dia akan berfirman kepada mereka:  "Panggillah mereka yang kamu anggap sekutu-sekutu-Ku."   Lalu mereka  akan memanggil mereka itu  tetapi mereka itu tidak akan men­jawabnya  dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang."  Dan  orang-orang yang berdosa akan melihat Api itu, dan meyakini bahwa sesungguhnya mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak akan dapat menemukan  tempat berpaling darinya.      Dan  sungguh Kami benar-benar telah menjelaskan di dalam Al-Quran ini untuk manusia  setiap perumpamaan,    tetapi dalam segala sesuatu manusia yang paling banyak membantah.  (Al-Kahf [18]:51-55).  

Makna  Ats-Tsaqalān  & Makna Sebutan  Jin  dan Ins Dalam Al-Quran

       Makna kata jin –  yang iblis  berasal dari  golongannya  -- berkenaan dengan penciptaan  atau pengutusan “Khalifah Allah” (rasul Allah) dalam  surah tersebut dan surah-surah Al-Quran lainnya,  sama sekali tidak ada hubungannya dengan  golongan “makhluk halus” yang juga disebut “jin”, melainkan  golongan manusia yang memiliki karakter (sifat) seperti “api” (panas/membakar – QS.7:12-13; QS.15:28) yang berbeda dengan karakter “Adam” (Khalifah Allah/Rasul Allah) yang digambarkan terbuat dari thīn (tanah liat – QS.7:12-13; QS.15:27), yakni bersifat “patuh/taat”.
         Di Akhir Zaman ini yang dimaksud dengan golongan jin dan ins (manusia) adalah bangsa-bangsa penganut sistem Kapitalisme  yang beragama Kristen dan penganut sistem Sosialisme  yang berfaham Atheisme.  Kedua golongan manusia tersebut   dalam perindustrian   --  termasuk dalam dunia militer  --  telah sukses mendaya-gunakan “kekuatan api”  (Revolusi Industri), sehingga  secara kiasan dikatakan bahwa kedua golongan bangsa-bangsa tersebut    terbuat dari “api” sebagaimana halnya “jin” dan  iblis (QS.15:28; QS.7:12-13).
      Menurut Allah Swt. mereka pun diciptakan untuk beribadah (menyembah) kepada Allah Swt.  --  sebagaimana juga  manusia-manusia lainnya (QS.2:22-23; QS.4:2; 5:73-78 &117-119; QS.16:37;  QS.22:76-79)   -- firman-Nya:
وَ مَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَ الۡاِنۡسَ  اِلَّا لِیَعۡبُدُوۡنِ ﴿﴾
Dan Aku sekali-kali tidak   menciptakan jin dan ins  melainkan supaya mereka menyembah-Ku.  (Adz-Dzāriyāt [51]:57).
   Mengisyaratkan  kepada  manusia-manusia dari kalangan jin dan dan ins  yang meraih  kesuksesan dalam   kehidupan duniawi inilah Allah Swt. dalam surah Al-Rahmān (Yang Maha Pemurah) berulang-kali memperingatkan mereka:  فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ  --  “Maka nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu berdua dustakan?”  Yakni, tanpa  adanya sifat Rahmāniyyat (Maha Pemurah) Allah Swt. kedua “golongan besar jin dan ins” itu tidak akan meraih kesuksesan apa pun, “Lalu mengapa kalian  berbuat kemusyrikan berkenaan Allah Swt., dan bahkan  segolongan kalian mengatakan tidak ada Tuhan Pencipta alam semesta?”
       Selain menubuatkan kepada keberhasilan kedua golongan manusia (jins dan ins)   dalam  hal  mendaya-gunakan “potensi api”   serta akhir  tragis dari keberhasilan duniawi mereka, dalam  firman-Nya berikut ini Allah Swt. memperingatkan mereka dengan keras dengan kiriman “kobaran api” yang tidak pernah terjadi sebelumnya:
سَنَفۡرُغُ   لَکُمۡ  اَیُّہَ  الثَّقَلٰنِ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾   یٰمَعۡشَرَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ  اِنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ اَنۡ  تَنۡفُذُوۡا مِنۡ  اَقۡطَارِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ فَانۡفُذُوۡا ؕ لَا  تَنۡفُذُوۡنَ  اِلَّا بِسُلۡطٰنٍ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾یُرۡسَلُ عَلَیۡکُمَا شُوَاظٌ مِّنۡ نَّارٍ ۬ۙ وَّ نُحَاسٌ فَلَا  تَنۡتَصِرٰنِ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾    فَاِذَا  انۡشَقَّتِ السَّمَآءُ  فَکَانَتۡ وَرۡدَۃً کَالدِّہَانِ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾فَیَوۡمَئِذٍ لَّا یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذَنۡۢبِہٖۤ  اِنۡسٌ وَّ لَا  جَآنٌّ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾   یُعۡرَفُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ بِسِیۡمٰہُمۡ فَیُؤۡخَذُ بِالنَّوَاصِیۡ وَ الۡاَقۡدَامِ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾   ہٰذِہٖ جَہَنَّمُ  الَّتِیۡ یُکَذِّبُ بِہَا الۡمُجۡرِمُوۡنَ ﴿ۘ﴾  یَطُوۡفُوۡنَ بَیۡنَہَا وَ  بَیۡنَ حَمِیۡمٍ  اٰنٍ ﴿ۚ﴾  فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿٪﴾
Segera Kami akan menghadapi kamu, hai dua golongan yang kuat.     فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ -- Maka nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang ka-mu berdua dustakan?     یٰمَعۡشَرَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ  اِنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ اَنۡ  تَنۡفُذُوۡا مِنۡ  اَقۡطَارِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ فَانۡفُذُوۡا ؕ لَا  تَنۡفُذُوۡنَ  اِلَّا بِسُلۡطٰنٍ -- Hai golongan jin dan ins (manusia)! Jika kamu memiliki kekuatan untuk menembus batas-batas seluruh langit dan bumi maka tembuslah, namun kamu tidak dapat menembusnya  kecuali dengan kekuatan.   فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ --  Maka  nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu  berdua dustakan?  یُرۡسَلُ عَلَیۡکُمَا شُوَاظٌ مِّنۡ نَّارٍ ۬ۙ وَّ نُحَاسٌ فَلَا  تَنۡتَصِرٰنِ --  Akan dikirimkan kepada kamu berdua nyala api  dan leburan tembaga,  lalu kamu berdua tidak akan dapat menolong diri sendiri. فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ  --   Maka   nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu berdua dustakan? فَاِذَا  انۡشَقَّتِ السَّمَآءُ  فَکَانَتۡ وَرۡدَۃً کَالدِّہَانِ --    Dan ketika langit terbelah dan menjadi merah bagaikan kulit merah.    فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ  --  Maka nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang   kamu dustakan?  فَیَوۡمَئِذٍ لَّا یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذَنۡۢبِہٖۤ  اِنۡسٌ وَّ لَا  جَآنٌّ  -- Pada hari itu tidak akan ditanya dosa  ins (manusia)  dan tidak pula  jin. Maka  nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu  berdua dustakan? یُعۡرَفُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ بِسِیۡمٰہُمۡ فَیُؤۡخَذُ بِالنَّوَاصِیۡ وَ الۡاَقۡدَامِ  -- Orang-orang berdosa  ciri-ciri mereka akan dikenal lalu mereka akan dipegang pada jambul dan kakinya. فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ  --      Maka nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu berdua dustakan? ہٰذِہٖ جَہَنَّمُ  الَّتِیۡ یُکَذِّبُ بِہَا الۡمُجۡرِمُوۡنَ --    Inilah Jahannam yang orang-orang berdosa mendustakannya.   یَطُوۡفُوۡنَ بَیۡنَہَا وَ  بَیۡنَ حَمِیۡمٍ  اٰنٍ --  Mereka akan berkeliling-keliling di antara Jahannam  itu  dan air panas mendidih.   فَبِاَیِّ  اٰلَآءِ  رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ --  Maka yang manakah di antara nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua  yang kamu dustakan? (Ar-Rahmān [55]:32-44). 
   Makna ats-tsaqalān dalam ayat: سَنَفۡرُغُ   لَکُمۡ  اَیُّہَ  الثَّقَلٰنِ  -- “Segera Kami akan menghadapi kamu, hai dua golongan yang kuat” berarti:  dua jenis barang yang berat (Lexicon Lane), dapat berarti golongan “ins” (manusia) dan “jin”, sebagaimana diperlihatkan oleh seluk-beluk kalimatnya (konteks-nya), atau orang-orang Arab dan orang-orang bukan Arab, atau dalam bahasa politik dewasa ini,  “dua blok besar” – Rusia atau Cina dan sekutu-sekutu mereka di satu pihak, dan Amerika Serikat beserta sekutu-sekutunya di pihak lain; atau kata itu dapat diartikan golongan  kapitalis dan golongan  buruh (sosialis/proletar).

Makna “Jin” Diciptakan Dari “Api” &  Hubungan “Revolusi Industri” Dengan   Munculnya  Kapitalisme  dan Sosialisme

    Dari cara kedua blok besar (jin dan ins) itu bertingkah laku nampaknya sewaktu-waktu mereka dapat terlibat dalam sengketa maut yang akan menghancur-leburkan seluruh karya manusia,  yang dilakukan dari abad ke abad untuk mengembangkan seni dan ilmu pengetahuan dapat menyebabkan kehidupan di atas bumi ini, nyaris tiada. Ayat ini nampaknya   mengandung peringatan akan kemungkinan itu.
    Akibat buruk yang ditimbulkan Perang Dunia I dan Perang Dunia II   -- demikian pula perang berkepanjangan di wilayah Timur Tengah saat ini di kalangan sesama Muslim --  membuktikan kebenaran peringatan Allah Swt. tersebut.  Kerusakan parah tersebut tidak lepas dari peran dan ulah  golongan “jin” dan “ins”  -- yang   sukses  menciptakan “Revolusi Industri” (1760-18350) yang sangat erat hubungannya dengan pengelolaan “potensi api”, termasuk  energi “nuklir”, yang kemudian melahirkan “keledai Dajjal pemakan api” yang mampu terbang  di udara dan berjalan di lautan, demikian sabda Nabi Besar Muhammad saw.   yang penuh hikmah.
   Makna ayat:    یٰمَعۡشَرَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ  اِنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ اَنۡ  تَنۡفُذُوۡا مِنۡ  اَقۡطَارِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ فَانۡفُذُوۡا ؕ لَا  تَنۡفُذُوۡنَ  اِلَّا بِسُلۡطٰنٍ -- Hai golongan jin dan ins (manusia)! Jika kamu memiliki kekuatan untuk menembus batas-batas seluruh langit dan bumi maka tembuslah, namun kamu tidak dapat menembusnya  kecuali dengan kekuatan.” Ayat ini telah diberi bermacam-macam penafsiran.
 Menurut suatu penafsiran, para ilmuwan dan para ahli filsafat yang membanggakan diri mengenai kemajuan besar yang telah dicapai mereka dalam bidang ilmu duniawi dari golongan  “jin” (Kapitalisme) dan “ins” (Sosialisme) telah diberitahu, bahwa kendati pun betapa besarnya kemajuan yang mungkin telah dicapai mereka dalam pengetahuan dan ilmu, mereka tidak dapat memahami semua hukum alam yang mengatur alam semesta ini dengan sepenuhnya (QS.18:110; QS.31:28; QS.67:1-5).   Betapa pun mereka berusaha, mereka tidak akan berhasil dalam pencarian mereka.
   Menurut penafsiran lain, ayat ini memperingatkan orang-orang berdosa dari golongan “jin” dan “ins”: “Biarkanlah mereka memberanikan diri menembus batas-batas langit dan bumi, mereka tidak akan mampu menentang hukum-hukum Ilahi tanpa mendapat hukuman, dan mereka tidak akan dapat meloloskan diri dari azab Ilahi.”  Sebagaimana firman-Nya:   سَنَفۡرُغُ   لَکُمۡ  اَیُّہَ  الثَّقَلٰنِ  -- “Segera Kami akan menghadapi kamu, hai dua golongan yang kuat” (Ar-Rahmān [55]:32)
    Ayat ini dapat juga mengisyaratkan kepada pembuatan roket-roket, sputnik-sputnik, dan sebagainya; dengan alat-alat tersebut orang-orang Rusia dan Amerika berusaha mencapai benda-benda langit. Mereka diberitahu, bahwa paling-paling mereka hanya akan dapat mencapai beberapa planet terdekat dari bumi, tetapi jagat-jagat raya kepunyaan Allah Swt.  tidak mungkin dapat dijelajahi seluruhnya.
   Makna  aya:     “Akan dikirimkan kepada kamu berdua nyala api  dan leburan tembaga,  lalu kamu berdua tidak akan dapat menolong diri sendiri.” Ayat ini menunjuk kepada azab paling dahsyat lagi menakutkan, yang akan menimpa kedua blok  “jin” dan “ins” yang bermusuhan itu. Dunia rupa-rupanya berdiri di tepi jurang api yang berkobar-kobar dengan dahsyatnya dan nyala apinya mengancam akan menghanguskan seluruh peradaban manusia, sebagaimana digambarkan lebih lanjut:  ayat:  فَاِذَا  انۡشَقَّتِ السَّمَآءُ  فَکَانَتۡ وَرۡدَۃً کَالدِّہَانِ – “Dan ketika langit terbelah dan menjadi merah bagaikan kulit merah.    Betapa jelasnya gambaran tentang azab yang diancamkan itu.

Dosa-dosa Besar” Golongan “Jin” dan “Ins

  Makna ayat selanjutnya:  فَیَوۡمَئِذٍ لَّا یُسۡـَٔلُ عَنۡ ذَنۡۢبِہٖۤ  اِنۡسٌ وَّ لَا  جَآنٌّ  --  ”pada hari itu tidak akan ditanya dosa  ins (manusia)  dan tidak pula  jin.          Maka  nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu  berdua dustakan? یُعۡرَفُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ بِسِیۡمٰہُمۡ فَیُؤۡخَذُ بِالنَّوَاصِیۡ وَ الۡاَقۡدَامِ  -- Orang-orang berdosa  ciri-ciri mereka akan dikenal lalu mereka akan dipegang pada jambul dan kakinya.” Bahwa amal-amal buruk orang-orang durhaka akan tertera pada wajah mereka, sehingga mereka tidak akan ditanya lagi mengenai apakah mereka telah melakukan kedurhakaan atau tidak. Sebagaimana tersebut pada tempat lain dalam Al-Quran (QS.41:21-23), anggota-anggota tubuh orang-orang kafir itu sendiri akan menjadi saksi atas mereka. (QS.17:37; QS.24:25).
 Beberapa ayat sebelumnya berikut ayat ini (QS.55:36-40) nampaknya mengisyaratkan kepada keadaan resah yang akan mencekam umat manusia, bila kedua blokjin” (kapitalisme) dan “ins” (Sosialisme) tersebut di atas berhadap-hadapan, dan mengisyaratkan kepada kekhawatiran akan terjadi peperangan nuklir yang laksana pedang algojo dalam keadaan terhunus di atas kepala mereka.
 Pengelompokan negara-negara dan ketegangan-ketegangan internasional dewasa ini menjadi dua blok  besar golongan  “jin” dan “ins”  niscaya akan menjurus kepada suatu bentrokan senjata, dengan kebiasaan sebagai akibatnya yang akan tiada tara bandingnya. Bentrokan –   “Perang Dingin”   --  itu sendiri akan benar-benar merupakan suatu neraka, tetapi persiapan-persiapan untuk bertarung itu sendiri menimbulkan keadaan-keadaan yang tidak kurang dari siksaan lahir maupun batin yang abadi dalam satu atau lain bentuk.
      Demikianlah makna “golongan “jin” yang dikemukakan Allah Swt. dalam surah sebelumnya:    Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah yakni patuhlah kepada  Adam,"   maka  sujudlah mereka  kecuali iblis,   ia adalah dari golongan jin  maka ia mendurhakai perintah Rabb-nya (Tuhan-nya) (Al-Kahf 18]:51).    
          Selanjutnya Allah Swt. berfirman:  Apakah kamu hendak mengambil dia dan keturunannya sebagai sahabat-sahabat selain Aku, padahal mereka itu musuh-musuhmu?  Sangat buruk  bagi orang-orang yang zalim pertukaran itu” (Al-Kahf 18]:51). 

Golongan “Jin” (Blok Kapitalisme) dan “Ins” (Blok Sosialisme) Tidak  Punya Andil Dalam  Penciptaan Alam Semesta

       Ada pun alasan mengapa kedua blok besar  golongan “jin” (Kapitalisme) dan “ins” (Sosialisme)  pemilik kekuatan duniawi yang sangat  besar  itu (At-tsaqalāni -QS.55:32) senantiasa akan gagal menciptakan “keamanan dan kedamaian” di dunia,  Allah Swt. berfirman:     Aku   sekali-kali tidak membuat mereka menyaksikan penciptaan seluruh langit dan bumi,    dan tidak pula penciptaan mereka sendiri.  dan Aku sama sekali tidak dapat mengambil mereka yang menyesatkan orang-orang sebagai pembantu  (Al-Kahf [18]:52).  
   Ayat ini agaknya menunjukkan, bahwa ketika itu – yakni di Akhir Zaman ini   -- di mana-mana umum akan ramai memperbincangkan Tertib Dunia Baru (The New World Order) yang akan mengumandangkan tibanya satu masa  keamanan dan kerukunan yang kekal abadi di dunia,  dan mereka yang mengaku-ngaku dirinya pemimpin yang menentukan haluan politik dan masyarakat akan berusaha dan mendakwakan untuk menegakkan tertib baru.
    Tetapi dengan tegas Allah Swt. meyatakan bahwa  upaya-upaya  mereka  -- khususnya golongan “jin” (Kapitalisme) dan “ins” (Sosialisme)  --tidak akan berhasil dalam usaha mereka, sebab Allah Swt.   telah memperuntukkan bagi Dzat-Nya Sendiri pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan agung ini dengan sempurna, yaitu melalui pengutusan “Khalifah-Nya” yang dijanjikan-Nya di Akhir Zaman ini (QS.2:31-36; QS.62:3-5; QS.72:27-29)  --  bukan khalifah dan khilafat buatan manusia – karena wujud suci itulah yang mendapat syafaat dari Allah Swt. (QS.2:256)  untuk menciptakan “Langit baru dan bumi baru” (QS.14:47-53) yakni “kejayaan Islam yang kedua kali” (QS.61:10).
         Kenyataan yang akan terjadi tersebut sesuai dengan firman Allah Swt. dalam  ayat selanjutnya:   - Dan ingatlah hari  ketika Dia akan berfirman kepada mereka:  "Panggillah mereka yang kamu anggap sekutu-sekutu-Ku."   Lalu mereka  akan memanggil mereka itu  tetapi mereka itu tidak akan men­jawabnya  dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang."  Dan  orang-orang yang berdosa akan melihat Api itu, dan meyakini bahwa sesungguhnya mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak akan dapat menemukan  tempat berpaling darinya.    (Al-Kahf [18]:53-54).
Ayat:      “Lalu mereka  akan memanggil mereka itu  tetapi mereka itu tidak akan men­jawabnya   dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang."  Ayat ini dapat berarti, bahwa bangsa-bangsa penganut Kapitalisme (jin) dan Sosialisme (ins)  itu akan membangun dinding-dinding peraturan harga-harga barang yang tinggi atau akan membuat tirai-tirai besi serta akan melakukan boikot ekonomi terhadap satu sama lain; dan dapat pula berarti mereka akan terlibat dalam peperangan-peperangan sengit yang akan membinasakan mereka.

(Bersambung)
       
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid

oo0oo

Pajajaran Anyar,  11  Januari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar