Bismillaahirrahmaanirrahiim
TAUBAT
DAN MOHON AMPUNAN ALLAH SWT.
Bab 100
MENCIPTAKAN
“LANGIT BARU DAN BUMI BARU” SEPENUHNYA WEWENANG ALLAH SWT. & MAKNA DUA GOLONGAN MANUSIA YANG DISEBUT JIN DAN INS DAN HUBUNGANNYA DENGAN “API”
“LANGIT BARU DAN BUMI BARU” SEPENUHNYA WEWENANG ALLAH SWT. & MAKNA DUA GOLONGAN MANUSIA YANG DISEBUT JIN DAN INS DAN HUBUNGANNYA DENGAN “API”
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam bagian akhir Bab 99
dibahas topik Jawaban Tegas Allah Swt. Mengenai Kegagalan Para Penentang Al-Quran sehubungan dengan firman-Nya:
وَ اِنۡ کُنۡتُمۡ
فِیۡ رَیۡبٍ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلٰی عَبۡدِنَا فَاۡتُوۡا بِسُوۡرَۃٍ مِّنۡ
مِّثۡلِہٖ ۪ وَ ادۡعُوۡا شُہَدَآءَکُمۡ مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ اِنۡ کُنۡتُمۡ صٰدِقِیۡنَ ﴿﴾ فَاِنۡ لَّمۡ
تَفۡعَلُوۡا وَ لَنۡ تَفۡعَلُوۡا فَاتَّقُوا النَّارَ
الَّتِیۡ وَقُوۡدُہَا النَّاسُ وَ الۡحِجَارَۃُ
ۚۖ اُعِدَّتۡ لِلۡکٰفِرِیۡنَ ﴿﴾
Dan jika kamu
dalam keraguan mengenai apa
yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami, maka buatlah
satu Surah yang semisalnya, dan panggillah penolong-penolong kamu
selain Allah jika kamu
adalah orang-orang yang benar.
فَاِنۡ
لَّمۡ تَفۡعَلُوۡا -- Tetapi jika
kamu tidak mampu melakukannya,
وَ لَنۡ تَفۡعَلُوۡا -- dan kamu tidak akan
pernah mampu melakukannya, فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِیۡ
وَقُوۡدُہَا النَّاسُ وَ الۡحِجَارَۃُ -- maka peliharalah diri kamu dari Api yang bahan bakarnya manusia
dan batu اُعِدَّتۡ لِلۡکٰفِرِیۡنَ -- yang disediakan bagi orang-orang kafir (Al-Baqarah
[2]:24-25).
Namun dengan tegas Allah Swt. menjawab-Nya sendiri mengenai – bukan saja
ketidak-mampuan para penentang Al-Quran untuk melakukannya,
bahkan diberitahuian juga akibat buruk yang
akan menimpa mereka jika mereka
memaksakan diri mengamalkan pemikiran-pemikiran
dan gagasan-gagasan yang mereka buat -- firman-Nya: فَاِنۡ لَّمۡ تَفۡعَلُوۡا -- Tetapi jika
kamu tidak mampu melakukannya,
وَ لَنۡ تَفۡعَلُوۡا -- dan kamu tidak akan
pernah mampu melakukannya, فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِیۡ
وَقُوۡدُہَا النَّاسُ وَ الۡحِجَارَۃُ -- maka peliharalah diri kamu dari Api yang bahan bakarnya manusia
dan batu (Al-Baqarah [2]:25).
Kata “bahan bakar” dapat diambil dalam artian kiasan dan berarti bahwa siksaan
api (neraka) itu disebabkan oleh menyembah
berhala. Jadi berhala-berhala itu
bagaikan “bahan bakar” untuk menyalanya
api (neraka), karena menjadi sarana untuk menghidupkan api (neraka), atau “batu” berarti berhala-berhala yang dipuja orang-orang
musyrik sebagai dewa-dewa,
maksudnya ialah orang-orang musyrik
akan dihinakan dengan menyaksikan
sendiri dewa-dewa mereka dilemparkan ke dalam api.
Makna “Bahan Bakar Api” Berupa “Manusia”
dan “Batu”
Kata-kata an-nās (manusia) dan al-hijārah
(batu) dapat pula dianggap menunjuk kepada dua
golongan penghuni neraka:
(1) an-nās dapat menunjuk
kepada orang-orang kafir (orang-orang
musyrik) yang masih mempunyai semacam kecintaan
kepada Allah Swt.;
(2) al-hijārah (batu) adalah
orang-orang yang di dalam hati mereka, sama sekali tidak ada kecintaan kepada Allah Swt.,
bahkan tidak mempercayai adanya Tuhan
(Atheisme). Orang-orang semacam itu memang tidak lebih
dari batu. Kata hijārah itu
jamak dari hajar yang berarti: batu, karang, emas, dan juga seseorang
tanpa tanding, yaitu orang besar,
pemimpin (Lexicon Lane).
Jadi, benarlah firman-Nya berikut ini kepada Nabi Besar Muhammad saw.:
قُلۡ لَّئِنِ اجۡتَمَعَتِ الۡاِنۡسُ وَ
الۡجِنُّ عَلٰۤی اَنۡ یَّاۡتُوۡا بِمِثۡلِ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لَا یَاۡتُوۡنَ
بِمِثۡلِہٖ وَ لَوۡ کَانَ بَعۡضُہُمۡ لِبَعۡضٍ
ظَہِیۡرًا ﴿﴾
Katakanlah:
“Jika ins (manusia) dan jin benar-benar berhimpun untuk mendatangkan yang semisal Al-Quran ini,
mereka tidak akan sanggup men-datangkan
yang sama seperti ini, walaupun
sebagian mereka membantu sebagian
yang lain.” (Bani Israil [17]:89).
Karena ayat-ayat yang
mendahuluinya membahas masalah ruh -- baik ruh manusia mau pun “ruh”
Al-Quran - (QS.18:86-88) – karena itu tantangan dalam ayat ini
pertama-tama diajukan kepada mereka yang berkecimpung dalam kebiasaan-kebiasaan
klenik, supaya mereka meminta
pertolongan ruh-ruh gaib, yang
darinya orang-orang ahli kebatinan
itu — menurut pengakuannya sendiri —
menerima ilmu ruhani. Tantangan ini
berlaku pula untuk semua orang yang menolak Al-Quran
bersumber pada Tuhan (Allah Swt.)
dan untuk sepanjang masa.
Jawaban Kedua: Keberadaan
Khalifah Allah dan Khilafat
Adalah Wewenang Allah Swt.
Demikianlah jawaban pertama pertanyaan: Mengapa konsep-konsep keamanan dan perdamaian dunia buatan manusia – yang bertentangan
dengan petunjuk Allah Swt. dalam Al-Quran -- tersebut senantiasa
mengalami kegagalan, sekali pun Liga Bangsa-bangsa telah diubah
menjadi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)? Jawaban yang kedua:
(2)
Sebab Allah Swt. berfirman bahwa
menciptakan “langit baru dan bumi baru” merupakan wewenang-Nya
(QS.2:31-36; QS.14:45-53), dan tidak ada seorang pun dapat memberikan syafaat
kecuali dengan izin-Nya (QS.2:256), yaitu para rasul Allah. Dia berfirman:
وَ اِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِیۡسَ ؕ کَانَ مِنَ
الۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ اَمۡرِ رَبِّہٖ ؕ اَفَتَتَّخِذُوۡنَہٗ وَ ذُرِّیَّتَہٗۤ اَوۡلِیَآءَ مِنۡ
دُوۡنِیۡ وَ ہُمۡ لَکُمۡ عَدُوٌّ ؕ
بِئۡسَ لِلظّٰلِمِیۡنَ
بَدَلًا ﴿﴾ مَاۤ اَشۡہَدۡتُّہُمۡ خَلۡقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ لَا خَلۡقَ اَنۡفُسِہِمۡ ۪ وَ مَا کُنۡتُ
مُتَّخِذَ الۡمُضِلِّیۡنَ
عَضُدًا ﴿﴾ وَ یَوۡمَ
یَقُوۡلُ نَادُوۡا شُرَکَآءِیَ الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ
فَدَعَوۡہُمۡ فَلَمۡ یَسۡتَجِیۡبُوۡا لَہُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَیۡنَہُمۡ مَّوۡبِقًا ﴿﴾ وَ
رَاَ الۡمُجۡرِمُوۡنَ
النَّارَ فَظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ مُّوَاقِعُوۡہَا وَ لَمۡ
یَجِدُوۡا عَنۡہَا مَصۡرِفًا ﴿٪﴾ وَ
لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا
الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ
کُلِّ مَثَلٍ ؕ وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ شَیۡءٍ جَدَلًا ﴿﴾
Dan
ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat:
"Sujudlah yakni patuhlah kepada Adam,"
maka sujudlah
mereka kecuali iblis,- ia adalah dari golongan jin maka ia mendurhakai perintah Rabb-nya (Tuhan-nya). Apakah kamu hendak mengambil dia dan keturunannya sebagai sahabat-sahabat selain Aku, padahal mereka itu
musuh-musuhmu? Sangat buruk bagi orang-orang yang zalim pertukaran itu.
Aku sekali-kali tidak mem.-buat mereka menyaksikan
penciptaan seluruh langit dan bumi,
dan tidak
pula penciptaan mereka sendiri, dan Aku sama sekali tidak dapat mengambil
mereka yang menyesatkan orang-orang
sebagai pembantu. Dan ingatlah
hari ketika Dia akan
berfirman kepada mereka: "Panggillah mereka yang kamu anggap
sekutu-sekutu-Ku." Lalu mereka akan memanggil mereka itu tetapi mereka
itu tidak akan menjawabnya dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang." Dan orang-orang yang berdosa akan melihat Api
itu, dan meyakini bahwa sesungguhnya
mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka
tidak akan dapat menemukan tempat
berpaling darinya. Dan sungguh Kami
benar-benar telah menjelaskan di dalam Al-Quran ini untuk manusia setiap perumpamaan, tetapi dalam segala sesuatu manusia yang paling banyak membantah. (Al-Kahf
[18]:51-55).
Makna Ats-Tsaqalān & Makna Sebutan Jin dan Ins
Dalam Al-Quran
Makna kata jin – yang iblis
berasal dari golongannya -- berkenaan dengan penciptaan atau pengutusan “Khalifah Allah” (rasul Allah) dalam surah tersebut dan surah-surah Al-Quran
lainnya, sama sekali tidak ada
hubungannya dengan golongan “makhluk halus” yang juga disebut “jin”, melainkan golongan
manusia yang memiliki karakter
(sifat) seperti “api” (panas/membakar
– QS.7:12-13; QS.15:28) yang berbeda dengan karakter “Adam” (Khalifah Allah/Rasul Allah) yang digambarkan terbuat dari thīn (tanah liat – QS.7:12-13; QS.15:27),
yakni bersifat “patuh/taat”.
Di Akhir
Zaman ini yang dimaksud dengan golongan jin
dan ins (manusia) adalah bangsa-bangsa penganut sistem Kapitalisme yang beragama Kristen dan penganut sistem Sosialisme yang berfaham Atheisme. Kedua golongan
manusia tersebut dalam perindustrian
--
termasuk dalam dunia militer -- telah sukses mendaya-gunakan “kekuatan api” (Revolusi Industri), sehingga secara kiasan
dikatakan bahwa kedua golongan bangsa-bangsa tersebut terbuat dari “api” sebagaimana halnya “jin”
dan iblis
(QS.15:28; QS.7:12-13).
Menurut Allah Swt. mereka pun diciptakan untuk beribadah (menyembah) kepada Allah
Swt. -- sebagaimana juga manusia-manusia
lainnya (QS.2:22-23; QS.4:2; 5:73-78 &117-119; QS.16:37; QS.22:76-79)
-- firman-Nya:
وَ مَا خَلَقۡتُ
الۡجِنَّ وَ الۡاِنۡسَ اِلَّا
لِیَعۡبُدُوۡنِ ﴿﴾
Dan Aku sekali-kali tidak menciptakan jin dan ins melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Adz-Dzāriyāt [51]:57).
Mengisyaratkan kepada manusia-manusia
dari kalangan jin dan dan ins
yang meraih kesuksesan dalam kehidupan
duniawi inilah Allah Swt. dalam surah Al-Rahmān
(Yang Maha Pemurah) berulang-kali memperingatkan
mereka: فَبِاَیِّ اٰلَآءِ رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ
-- “Maka nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu
berdua yang manakah yang kamu berdua
dustakan?” Yakni, tanpa adanya sifat Rahmāniyyat (Maha Pemurah) Allah Swt. kedua “golongan besar jin dan ins” itu tidak akan meraih kesuksesan
apa pun, “Lalu mengapa kalian berbuat kemusyrikan berkenaan Allah Swt., dan bahkan segolongan kalian mengatakan tidak ada Tuhan Pencipta alam semesta?”
Selain menubuatkan
kepada keberhasilan kedua golongan manusia
(jins dan ins) dalam hal mendaya-gunakan “potensi api” serta akhir
tragis dari keberhasilan
duniawi mereka, dalam firman-Nya
berikut ini Allah Swt. memperingatkan
mereka dengan keras dengan kiriman “kobaran
api” yang tidak pernah terjadi sebelumnya:
سَنَفۡرُغُ
لَکُمۡ اَیُّہَ الثَّقَلٰنِ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾ یٰمَعۡشَرَ
الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ اِنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ
اَنۡ تَنۡفُذُوۡا مِنۡ اَقۡطَارِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ
فَانۡفُذُوۡا ؕ لَا تَنۡفُذُوۡنَ اِلَّا بِسُلۡطٰنٍ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾یُرۡسَلُ عَلَیۡکُمَا شُوَاظٌ مِّنۡ نَّارٍ ۬ۙ
وَّ نُحَاسٌ فَلَا تَنۡتَصِرٰنِ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾ فَاِذَا انۡشَقَّتِ السَّمَآءُ فَکَانَتۡ وَرۡدَۃً کَالدِّہَانِ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾فَیَوۡمَئِذٍ لَّا یُسۡـَٔلُ عَنۡ
ذَنۡۢبِہٖۤ اِنۡسٌ وَّ لَا جَآنٌّ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾ یُعۡرَفُ
الۡمُجۡرِمُوۡنَ بِسِیۡمٰہُمۡ فَیُؤۡخَذُ بِالنَّوَاصِیۡ وَ الۡاَقۡدَامِ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿﴾ ہٰذِہٖ
جَہَنَّمُ الَّتِیۡ یُکَذِّبُ بِہَا
الۡمُجۡرِمُوۡنَ ﴿ۘ﴾ یَطُوۡفُوۡنَ
بَیۡنَہَا وَ بَیۡنَ حَمِیۡمٍ اٰنٍ ﴿ۚ﴾ فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ ﴿٪﴾
Segera Kami akan menghadapi kamu, hai dua golongan yang kuat. فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ -- Maka nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu
berdua yang manakah yang ka-mu
berdua dustakan? یٰمَعۡشَرَ الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ اِنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ اَنۡ تَنۡفُذُوۡا مِنۡ اَقۡطَارِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ
فَانۡفُذُوۡا ؕ لَا تَنۡفُذُوۡنَ اِلَّا بِسُلۡطٰنٍ -- Hai golongan jin dan ins (manusia)!
Jika kamu memiliki kekuatan untuk
menembus batas-batas seluruh langit dan bumi maka tembuslah,
namun kamu tidak dapat menembusnya
kecuali dengan kekuatan. فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ -- Maka nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu berdua dustakan? یُرۡسَلُ عَلَیۡکُمَا شُوَاظٌ مِّنۡ نَّارٍ ۬ۙ وَّ نُحَاسٌ
فَلَا تَنۡتَصِرٰنِ -- Akan dikirimkan
kepada kamu berdua nyala api dan leburan tembaga, lalu kamu
berdua tidak akan dapat menolong diri sendiri. فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ
-- Maka nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu
berdua dustakan? فَاِذَا انۡشَقَّتِ السَّمَآءُ فَکَانَتۡ وَرۡدَۃً کَالدِّہَانِ -- Dan ketika langit terbelah dan menjadi
merah bagaikan kulit merah. فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ
-- Maka nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu
dustakan? فَیَوۡمَئِذٍ لَّا یُسۡـَٔلُ عَنۡ
ذَنۡۢبِہٖۤ اِنۡسٌ وَّ لَا جَآنٌّ
-- Pada hari itu tidak akan ditanya dosa ins (manusia) dan tidak pula jin. Maka nikmat-nikmat
Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu berdua dustakan? یُعۡرَفُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ بِسِیۡمٰہُمۡ
فَیُؤۡخَذُ بِالنَّوَاصِیۡ وَ الۡاَقۡدَامِ
-- Orang-orang berdosa ciri-ciri mereka akan dikenal lalu mereka akan dipegang pada jambul dan kakinya. فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ
-- Maka nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu
berdua yang manakah yang kamu berdua
dustakan? ہٰذِہٖ جَہَنَّمُ الَّتِیۡ یُکَذِّبُ بِہَا الۡمُجۡرِمُوۡنَ -- Inilah Jahannam yang orang-orang
berdosa mendustakannya. یَطُوۡفُوۡنَ
بَیۡنَہَا وَ بَیۡنَ حَمِیۡمٍ اٰنٍ -- Mereka akan berkeliling-keliling di
antara Jahannam itu
dan air panas mendidih. فَبِاَیِّ اٰلَآءِ
رَبِّکُمَا تُکَذِّبٰنِ -- Maka yang manakah di antara nikmat-nikmat Rabb (Tuhan) kamu berdua yang kamu
dustakan? (Ar-Rahmān [55]:32-44).
Makna ats-tsaqalān dalam ayat: سَنَفۡرُغُ
لَکُمۡ اَیُّہَ الثَّقَلٰنِ -- “Segera Kami akan menghadapi kamu, hai dua
golongan yang kuat”
berarti: dua jenis barang yang berat (Lexicon Lane), dapat berarti golongan
“ins” (manusia) dan “jin”, sebagaimana diperlihatkan oleh seluk-beluk
kalimatnya (konteks-nya), atau
orang-orang Arab dan orang-orang
bukan Arab, atau dalam bahasa politik
dewasa ini, “dua blok besar” – Rusia
atau Cina dan sekutu-sekutu mereka di satu pihak, dan Amerika Serikat beserta sekutu-sekutunya
di pihak lain; atau kata itu dapat diartikan golongan kapitalis dan golongan buruh
(sosialis/proletar).
Makna “Jin” Diciptakan Dari “Api”
& Hubungan “Revolusi Industri” Dengan
Munculnya Kapitalisme dan Sosialisme
Dari cara kedua blok besar (jin
dan ins) itu bertingkah laku
nampaknya sewaktu-waktu mereka dapat terlibat
dalam sengketa maut yang akan menghancur-leburkan seluruh karya manusia,
yang dilakukan dari abad ke abad untuk
mengembangkan seni dan ilmu pengetahuan dapat menyebabkan
kehidupan di atas bumi ini, nyaris tiada.
Ayat ini nampaknya mengandung peringatan akan kemungkinan itu.
Akibat buruk yang
ditimbulkan Perang Dunia I dan Perang Dunia II -- demikian pula perang berkepanjangan di wilayah Timur Tengah saat ini di kalangan sesama Muslim -- membuktikan kebenaran peringatan Allah Swt.
tersebut. Kerusakan parah tersebut tidak
lepas dari peran dan ulah
golongan “jin” dan “ins” -- yang
sukses menciptakan “Revolusi Industri” (1760-18350) yang sangat erat hubungannya dengan
pengelolaan “potensi api”,
termasuk energi “nuklir”, yang kemudian melahirkan “keledai Dajjal pemakan api”
yang mampu terbang di udara dan berjalan di lautan, demikian sabda Nabi Besar Muhammad saw. yang
penuh hikmah.
Makna ayat:
یٰمَعۡشَرَ
الۡجِنِّ وَ الۡاِنۡسِ اِنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ
اَنۡ تَنۡفُذُوۡا مِنۡ اَقۡطَارِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ
فَانۡفُذُوۡا ؕ لَا تَنۡفُذُوۡنَ اِلَّا بِسُلۡطٰنٍ -- Hai golongan jin dan ins (manusia)! Jika kamu
memiliki kekuatan untuk menembus batas-batas seluruh langit dan bumi maka tembuslah, namun kamu tidak
dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.” Ayat ini telah diberi bermacam-macam penafsiran.
Menurut suatu
penafsiran, para ilmuwan dan para ahli filsafat yang membanggakan diri mengenai kemajuan besar yang telah dicapai mereka
dalam bidang ilmu duniawi dari
golongan “jin” (Kapitalisme) dan “ins”
(Sosialisme) telah diberitahu, bahwa kendati pun betapa besarnya kemajuan yang mungkin telah dicapai mereka dalam pengetahuan dan ilmu, mereka tidak dapat
memahami semua hukum alam yang mengatur alam
semesta ini dengan sepenuhnya (QS.18:110; QS.31:28; QS.67:1-5). Betapa pun mereka berusaha, mereka tidak akan
berhasil dalam pencarian mereka.
Menurut penafsiran lain,
ayat ini memperingatkan orang-orang berdosa dari golongan “jin” dan “ins”: “Biarkanlah mereka memberanikan diri menembus
batas-batas langit dan bumi, mereka tidak akan mampu menentang hukum-hukum
Ilahi tanpa mendapat hukuman, dan mereka tidak akan dapat meloloskan diri dari
azab Ilahi.” Sebagaimana firman-Nya:
سَنَفۡرُغُ لَکُمۡ اَیُّہَ
الثَّقَلٰنِ -- “Segera Kami akan menghadapi
kamu, hai dua golongan yang kuat” (Ar-Rahmān
[55]:32)
Ayat ini dapat juga
mengisyaratkan kepada pembuatan roket-roket, sputnik-sputnik, dan sebagainya;
dengan alat-alat tersebut orang-orang Rusia dan Amerika berusaha mencapai
benda-benda langit. Mereka diberitahu,
bahwa paling-paling mereka hanya akan dapat mencapai
beberapa planet terdekat dari bumi,
tetapi jagat-jagat raya kepunyaan Allah
Swt. tidak
mungkin dapat dijelajahi seluruhnya.
Makna aya: “Akan dikirimkan
kepada kamu berdua nyala api dan leburan tembaga, lalu kamu
berdua tidak akan dapat menolong diri sendiri.” Ayat ini menunjuk kepada azab paling dahsyat lagi menakutkan, yang akan menimpa kedua blok “jin”
dan “ins” yang bermusuhan itu. Dunia rupa-rupanya berdiri di tepi jurang api yang berkobar-kobar dengan dahsyatnya dan nyala apinya mengancam akan menghanguskan
seluruh peradaban manusia, sebagaimana digambarkan lebih lanjut: ayat: فَاِذَا انۡشَقَّتِ السَّمَآءُ فَکَانَتۡ وَرۡدَۃً کَالدِّہَانِ – “Dan ketika langit
terbelah dan menjadi merah bagaikan
kulit merah.” Betapa jelasnya gambaran tentang azab yang diancamkan itu.
“Dosa-dosa Besar” Golongan “Jin” dan “Ins”
Makna
ayat selanjutnya: فَیَوۡمَئِذٍ لَّا یُسۡـَٔلُ عَنۡ
ذَنۡۢبِہٖۤ اِنۡسٌ وَّ لَا جَآنٌّ --
”pada hari itu tidak akan ditanya dosa ins (manusia) dan tidak pula jin.
Maka nikmat-nikmat
Rabb (Tuhan) kamu berdua yang manakah yang kamu berdua dustakan? یُعۡرَفُ الۡمُجۡرِمُوۡنَ بِسِیۡمٰہُمۡ
فَیُؤۡخَذُ بِالنَّوَاصِیۡ وَ الۡاَقۡدَامِ -- Orang-orang
berdosa ciri-ciri mereka akan dikenal
lalu mereka akan dipegang pada jambul
dan kakinya.” Bahwa amal-amal buruk orang-orang durhaka akan tertera pada wajah mereka, sehingga mereka tidak akan ditanya lagi mengenai apakah
mereka telah melakukan kedurhakaan
atau tidak. Sebagaimana tersebut pada
tempat lain dalam Al-Quran (QS.41:21-23), anggota-anggota
tubuh orang-orang kafir itu sendiri akan menjadi saksi atas mereka. (QS.17:37; QS.24:25).
Beberapa ayat sebelumnya berikut ayat ini (QS.55:36-40)
nampaknya mengisyaratkan kepada keadaan
resah yang akan mencekam umat
manusia, bila kedua blok “jin” (kapitalisme) dan “ins” (Sosialisme) tersebut di atas
berhadap-hadapan, dan mengisyaratkan kepada kekhawatiran akan terjadi peperangan nuklir yang laksana pedang algojo dalam keadaan terhunus di atas kepala mereka.
Pengelompokan negara-negara dan ketegangan-ketegangan internasional dewasa ini menjadi dua blok
besar golongan “jin” dan “ins” niscaya akan menjurus
kepada suatu bentrokan senjata,
dengan kebiasaan sebagai akibatnya
yang akan tiada tara bandingnya. Bentrokan
– “Perang
Dingin” -- itu sendiri akan benar-benar merupakan suatu neraka, tetapi persiapan-persiapan untuk bertarung
itu sendiri menimbulkan keadaan-keadaan
yang tidak kurang dari siksaan lahir
maupun batin yang abadi dalam satu atau lain bentuk.
Demikianlah makna “golongan “jin” yang dikemukakan Allah Swt. dalam
surah sebelumnya: Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah yakni patuhlah kepada Adam," maka sujudlah
mereka kecuali iblis, ia adalah dari golongan jin maka ia mendurhakai perintah Rabb-nya (Tuhan-nya) (Al-Kahf
18]:51).
Selanjutnya Allah Swt. berfirman: Apakah kamu hendak mengambil dia dan keturunannya sebagai sahabat-sahabat selain Aku, padahal mereka itu
musuh-musuhmu? Sangat buruk bagi orang-orang yang zalim pertukaran itu”
(Al-Kahf
18]:51).
Golongan “Jin” (Blok Kapitalisme) dan “Ins” (Blok Sosialisme) Tidak Punya Andil Dalam Penciptaan Alam Semesta
Ada pun alasan
mengapa kedua blok besar golongan “jin”
(Kapitalisme) dan “ins” (Sosialisme)
pemilik kekuatan duniawi yang
sangat besar itu (At-tsaqalāni
-QS.55:32) senantiasa akan gagal
menciptakan “keamanan dan kedamaian” di dunia, Allah Swt. berfirman: Aku
sekali-kali tidak membuat mereka menyaksikan penciptaan seluruh langit
dan bumi, dan tidak
pula penciptaan mereka sendiri. dan Aku sama sekali tidak dapat mengambil
mereka yang menyesatkan orang-orang
sebagai pembantu (Al-Kahf [18]:52).
Ayat ini
agaknya menunjukkan, bahwa ketika itu – yakni di Akhir Zaman ini -- di
mana-mana umum akan ramai memperbincangkan Tertib Dunia Baru (The New World Order) yang akan mengumandangkan
tibanya satu masa keamanan dan kerukunan yang kekal abadi
di dunia, dan mereka yang mengaku-ngaku dirinya pemimpin yang menentukan haluan politik dan masyarakat akan berusaha dan mendakwakan
untuk menegakkan tertib baru.
Tetapi
dengan tegas Allah Swt. meyatakan
bahwa upaya-upaya mereka -- khususnya golongan “jin” (Kapitalisme) dan “ins”
(Sosialisme) --tidak akan berhasil dalam usaha mereka, sebab Allah Swt. telah
memperuntukkan bagi Dzat-Nya Sendiri pelaksanaan dan penyelesaian
pekerjaan agung ini dengan sempurna, yaitu melalui pengutusan “Khalifah-Nya” yang dijanjikan-Nya di Akhir Zaman
ini (QS.2:31-36; QS.62:3-5; QS.72:27-29)
-- bukan khalifah dan khilafat
buatan manusia – karena wujud suci itulah yang mendapat syafaat dari Allah Swt. (QS.2:256) untuk menciptakan “Langit baru dan bumi baru”
(QS.14:47-53) yakni “kejayaan Islam yang
kedua kali” (QS.61:10).
Kenyataan yang akan terjadi tersebut
sesuai dengan firman Allah Swt. dalam
ayat selanjutnya: - Dan ingatlah hari ketika Dia akan berfirman kepada
mereka: "Panggillah mereka yang kamu anggap
sekutu-sekutu-Ku." Lalu mereka akan memanggil mereka itu tetapi mereka
itu tidak akan menjawabnya dan Kami menjadikan di antara mereka suatu penghalang." Dan orang-orang yang berdosa akan melihat Api
itu, dan meyakini bahwa sesungguhnya
mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka
tidak akan dapat menemukan tempat
berpaling darinya. (Al-Kahf
[18]:53-54).
Ayat: “Lalu mereka akan memanggil mereka itu tetapi mereka
itu tidak akan menjawabnya dan Kami
menjadikan di antara mereka suatu penghalang."
Ayat ini dapat berarti, bahwa
bangsa-bangsa penganut Kapitalisme
(jin) dan Sosialisme (ins) itu akan membangun dinding-dinding peraturan harga-harga barang yang tinggi atau akan membuat tirai-tirai besi serta akan melakukan boikot ekonomi terhadap satu
sama lain; dan dapat pula berarti mereka
akan terlibat dalam peperangan-peperangan sengit yang akan membinasakan mereka.
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran Anyar,
11 Januari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar