Bismillaahirrahmaanirrahiim
TAUBAT DAN MOHON
AMPUNAN ALLAH SWT.
Bab
23
PENTINGNYA MEMBINA “PERSAUDARAAN MUSLIM” YANG HAKIKI & AKIBAT BURUK MEMBUNUH SESAMA MUSLIM
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
|
D
|
alam bagian akhir Bab 22
dikemukakan mengenai orang-orang yang lebih mengutamakan kecintaan kepada Allah Swt. dan Rasul
Allah yang disebut Hizbullāh (golongan/partai Allah),
firman-Nya:
لَا تَجِدُ قَوۡمًا یُّؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰہِ وَ
الۡیَوۡمِ الۡاٰخِرِ یُوَآدُّوۡنَ مَنۡ حَآدَّ اللّٰہَ
وَ رَسُوۡلَہٗ وَ لَوۡ کَانُوۡۤا اٰبَآءَہُمۡ
اَوۡ اَبۡنَآءَہُمۡ اَوۡ اِخۡوَانَہُمۡ
اَوۡ عَشِیۡرَتَہُمۡ ؕ اُولٰٓئِکَ
کَتَبَ فِیۡ قُلُوۡبِہِمُ الۡاِیۡمَانَ وَ اَیَّدَہُمۡ بِرُوۡحٍ مِّنۡہُ ؕ وَ یُدۡخِلُہُمۡ جَنّٰتٍ
تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ خٰلِدِیۡنَ
فِیۡہَا ؕ رَضِیَ اللّٰہُ عَنۡہُمۡ
وَ رَضُوۡا عَنۡہُ ؕ اُولٰٓئِکَ حِزۡبُ اللّٰہِ ؕ اَلَاۤ اِنَّ حِزۡبَ اللّٰہِ ہُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ ﴿٪﴾
Engkau tidak akan mendapatkan suatu kaum yang menyatakan
beriman kepada Allah dan Hari Akhir
tetapi mereka mencintai orang-orang yang
memusuhi Allah dan Rasul-Nya, walau pun mereka itu bapak-bapak mereka
atau anak-anak mereka atau saudara-saudara mereka ataupun keluarga mereka. اُولٰٓئِکَ کَتَبَ فِیۡ قُلُوۡبِہِمُ الۡاِیۡمَانَ وَ
اَیَّدَہُمۡ بِرُوۡحٍ مِّنۡہُ -- Mereka itulah orang-orang yang di dalam hati mereka Dia telah menanamkan iman dan
Dia telah meneguhkan mereka dengan ilham
dari Dia sendiri, وَ یُدۡخِلُہُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ
خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَا -- dan Dia
akan memasukkan mereka ke dalam kebun-kebun yang di
bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. رَضِیَ اللّٰہُ عَنۡہُمۡ وَ رَضُوۡا عَنۡہُ ؕ اُولٰٓئِکَ
حِزۡبُ اللّٰہِ ؕ اَلَاۤ اِنَّ حِزۡبَ
اللّٰہِ ہُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ -- Allah
ridha kepada mereka dan mereka ridha
kepada-Nya. Itulah golongan Allah.
Ketahuilah, sesungguhnya golongan Allah itulah orang-orang yang berhasil. (Al-Mujādalah
[58]:23).
Firman-Nya lagi:
یٰۤاَیُّہَا
الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مَنۡ یَّرۡتَدَّ مِنۡکُمۡ عَنۡ دِیۡنِہٖ فَسَوۡفَ یَاۡتِی
اللّٰہُ بِقَوۡمٍ یُّحِبُّہُمۡ وَ یُحِبُّوۡنَہٗۤ ۙ اَذِلَّۃٍ عَلَی
الۡمُؤۡمِنِیۡنَ اَعِزَّۃٍ عَلَی الۡکٰفِرِیۡنَ ۫ یُجَاہِدُوۡنَ فِیۡ سَبِیۡلِ
اللّٰہِ وَ لَا یَخَافُوۡنَ لَوۡمَۃَ
لَآئِمٍ ؕ ذٰلِکَ فَضۡلُ اللّٰہِ یُؤۡتِیۡہِ مَنۡ یَّشَآءُ ؕ وَ اللّٰہُ وَاسِعٌ
عَلِیۡمٌ ﴿﴾ اِنَّمَا وَلِیُّکُمُ اللّٰہُ وَ رَسُوۡلُہٗ وَ
الَّذِیۡنَ اٰمَنُوا الَّذِیۡنَ یُقِیۡمُوۡنَ الصَّلٰوۃَ وَ یُؤۡتُوۡنَ الزَّکٰوۃَ
وَ ہُمۡ رٰکِعُوۡنَ ﴿﴾ وَ مَنۡ یَّتَوَلَّ اللّٰہَ وَ رَسُوۡلَہٗ وَ
الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا فَاِنَّ حِزۡبَ اللّٰہِ ہُمُ الۡغٰلِبُوۡنَ ﴿٪﴾
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu murtad
dari agamanya maka Allah segera akan
mendatangkan suatu kaum, Dia akan
mencintai mereka dan mereka pun akan
mencintai-Nya, mereka akan
bersikap lemah-lembut terhadap
orang-orang beriman dan keras terhadap orang-orang kafir.
Mereka akan berjuang di jalan Allah
dan tidak takut akan celaan seorang
pencela. Itulah karunia Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia
kehendaki dan Allah Maha Luas karunia-Nya,
Maha Mengetahui. Sesungguhnya pelindung ka-u adalah Allah, Rasul-Nya
dan orang-orang beriman yang senantiasa mendirikan shalat dan membayar zakat dan mereka taat kepada Allah. وَ مَنۡ یَّتَوَلَّ اللّٰہَ وَ رَسُوۡلَہٗ
وَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا -- Dan barangsiapa
menjadikan Allah, Rasul-Nya dan mereka yang beriman sebagai pelindung, فَاِنَّ حِزۡبَ
اللّٰہِ ہُمُ الۡغٰلِبُوۡنَ -- maka sesungguhnya jamaat Allah pasti menang. (Al-Māidah
[5]:55-57.
Kabar Gembira
dari Allah Swt. & “Persaudaraan
Muslim” yang Hakiki
Jadi kembali kepada ayat-ayat yang melarang
orang-orang musyrik berziarah ke Ka’bah (Baitullah), Allah Swt. menyatakan bahwa pengkhidmatan secara jasmani
penduduk Mekkah terhadap Ka’bah (Baitullah) tidak sebanding
dengan pengkhidmatan secara ruhani oleh orang-orang yang beriman
kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya
yang kedatangannya dijanjikan
(QS.7:35-37), firman-Nya:
اَجَعَلۡتُمۡ
سِقَایَۃَ الۡحَآجِّ وَ
عِمَارَۃَ
الۡمَسۡجِدِ الۡحَرَامِ کَمَنۡ اٰمَنَ بِاللّٰہِ وَ الۡیَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَ جٰہَدَ
فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ ؕ لَا یَسۡتَوٗنَ عِنۡدَ اللّٰہِ ؕ وَ اللّٰہُ لَا یَہۡدِی
الۡقَوۡمَ الظّٰلِمِیۡنَ ﴿ۘ﴾ اَلَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ ہَاجَرُوۡا وَ جٰہَدُوۡا فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ بِاَمۡوَالِہِمۡ وَ اَنۡفُسِہِمۡ ۙ اَعۡظَمُ دَرَجَۃً
عِنۡدَ اللّٰہِ ؕ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡفَآئِزُوۡنَ ﴿﴾
Apakah kamu anggap memberi minum orang-orang
yang melaksanakan haji dan memelihara
Masjidilharam itu sama seperti
orang yang beriman kepada Allah, Hari
Kemudian, dan yang berjihad pada jalan Allah?
لَا یَسۡتَوٗنَ عِنۡدَ اللّٰہِ -- Mereka tidak sama di sisi
Allah وَ اللّٰہُ لَا یَہۡدِی الۡقَوۡمَ الظّٰلِمِیۡنَ -- dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. اَلَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ ہَاجَرُوۡا وَ جٰہَدُوۡا فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ بِاَمۡوَالِہِمۡ وَ اَنۡفُسِہِمۡ ۙ اَعۡظَمُ دَرَجَۃً عِنۡدَ اللّٰہِ -- Orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwa mereka memiliki derajat yang tertinggi di sisi Allah. وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ
الۡفَآئِزُوۡنَ -- Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (At-Taubah
[9]:19-20).
Selanjutnya
Allah Swt. berfirman:
یُبَشِّرُہُمۡ رَبُّہُمۡ بِرَحۡمَۃٍ مِّنۡہُ وَ رِضۡوَانٍ وَّ جَنّٰتٍ لَّہُمۡ
فِیۡہَا نَعِیۡمٌ مُّقِیۡمٌ ﴿ۙ﴾ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَاۤ اَبَدًا ؕ اِنَّ اللّٰہَ
عِنۡدَہٗۤ اَجۡرٌ عَظِیۡمٌ ﴿﴾
Rabb (Tuhan) mereka memberi kabar gembira kepada mereka
mengenai rahmat dari-Nya, keridhaan-Nya, dan kebun-kebun, di dalamnya mereka akan memperoleh nikmat
yang abadi. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah di sisi-Nya terdapat ganjaran
yang besar. (At-Taubah
[9]:21-22).
"Persaudaran Muslim" yang Hakiki
Sehubungan dengan “Hizbullah” (golongan Allah) tersebut Nabi Besar Muhammad saw.
bersabda:
“Kamu akan melihat orang-orang yang beriman dalam saling
kasih sayang, cinta-mencintai
dan kasih-mengasihi ibarat satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit maka bahagian
anggota lain juga merasa sakit dan tidak
dapat tidur malam.” (Bukhari dan Muslim).
“Orang Islam itu bersaudara, tidak boleh
menzalimi dan mengkhianatinya. Sesiapa yang menolong
saudaranya niscaya Allah akan menolongnya. Barangsiapa yang
menghilangkan kesusahan orang Islam
niscaya Allah akan menghilangkan darinya
kesusahan pada hari kiamat. Barangsiapa yang menutup keaiban orang Islam niscaya Allah akan menutup keaibannya pada hari kiamat.” (Riwayat Ahmad).
Abu Musa r.a. berkata, Nabi Saw. bersabda:
“Seorang mu’min terhadap sesama mu’min bagaikan satu bangunan yang setengahnya
menguatkan setengahnya”, lalu Nabi Saw. mengeramkan jari-jarinya. (Bukhari; Muslim).
Allah Swt. berfirman mengenai
pentingnya memperkokoh “persaudaraan
Muslim” sebagai bukti bahwa umat Islam benar-benar berpegang-teguh pada Tauhid Ilahi (QS.3:103-105), sebab Tauhid Ilahi identik dengan kesatuan
dan persatuan umat, sedang kemusyrikan
identik dengan perpecahan umat:
اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ
اِخۡوَۃٌ فَاَصۡلِحُوۡا بَیۡنَ
اَخَوَیۡکُمۡ وَ اتَّقُوا اللّٰہَ
لَعَلَّکُمۡ تُرۡحَمُوۡنَ ﴿٪﴾
Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara,
maka damaikanlah di antara kedua saudara kamu, dan bertakwalah
kepada Allah supaya kamu dikasihani.
(Al-Hujurāt
[49]:11).
Caranya adalah semua Muslim harus berpegang-teguh pada “Tali
Allah” firman-Nya:
یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوا
اتَّقُوا اللّٰہَ حَقَّ تُقٰتِہٖ وَ لَا تَمُوۡتُنَّ اِلَّا وَ اَنۡتُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ ﴿﴾ وَ اعۡتَصِمُوۡا بِحَبۡلِ اللّٰہِ جَمِیۡعًا وَّ لَا تَفَرَّقُوۡا ۪ وَ
اذۡکُرُوۡا نِعۡمَتَ اللّٰہِ
عَلَیۡکُمۡ اِذۡ
کُنۡتُمۡ
اَعۡدَآءً فَاَلَّفَ
بَیۡنَ قُلُوۡبِکُمۡ
فَاَصۡبَحۡتُمۡ
بِنِعۡمَتِہٖۤ اِخۡوَانًا ۚ وَ کُنۡتُمۡ عَلٰی شَفَا
حُفۡرَۃٍ مِّنَ
النَّارِ فَاَنۡقَذَکُمۡ مِّنۡہَا ؕ کَذٰلِکَ یُبَیِّنُ اللّٰہُ
لَکُمۡ اٰیٰتِہٖ لَعَلَّکُمۡ
تَہۡتَدُوۡنَ ﴿﴾ وَلۡتَکُنۡ مِّنۡکُمۡ اُمَّۃٌ یَّدۡعُوۡنَ اِلَی
الۡخَیۡرِ وَ یَاۡمُرُوۡنَ
بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَ یَنۡہَوۡنَ عَنِ
الۡمُنۡکَرِ ؕ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ ﴿﴾ وَ لَا تَکُوۡنُوۡا کَالَّذِیۡنَ
تَفَرَّقُوۡا وَ اخۡتَلَفُوۡا مِنۡۢ بَعۡدِ مَا
جَآءَہُمُ الۡبَیِّنٰتُ ؕ وَ اُولٰٓئِکَ لَہُمۡ عَذَابٌ
عَظِیۡمٌ ﴿﴾ۙ یَّوۡمَ تَبۡیَضُّ وُجُوۡہٌ وَّ تَسۡوَدُّ وُجُوۡہٌ ۚ فَاَمَّا
الَّذِیۡنَ
اسۡوَدَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ ۟ اَکَفَرۡتُمۡ
بَعۡدَ اِیۡمَانِکُمۡ
فَذُوۡقُوا
الۡعَذَابَ بِمَا کُنۡتُمۡ تَکۡفُرُوۡنَ ﴿﴾ وَ اَمَّا الَّذِیۡنَ ابۡیَضَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ فَفِیۡ رَحۡمَۃِ اللّٰہِ ؕ ہُمۡ فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ ﴿﴾ تِلۡکَ اٰیٰتُ اللّٰہِ نَتۡلُوۡہَا عَلَیۡکَ بِالۡحَقِّ ؕ وَ مَا اللّٰہُ یُرِیۡدُ ظُلۡمًا لِّلۡعٰلَمِیۡنَ ﴿﴾ وَ لِلّٰہِ مَا فِی
السَّمٰوٰتِ وَ مَا
فِی الۡاَرۡضِ ؕ وَ اِلَی اللّٰہِ تُرۡجَعُ الۡاُمُوۡرُ ﴿﴾٪
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenar-benarnya, dan janganlah
sekali-kali kamu mati kecuali kamu
dalam keadaan berserah diri. وَ
اعۡتَصِمُوۡا بِحَبۡلِ اللّٰہِ جَمِیۡعًا وَّ لَا تَفَرَّقُوۡا -- Dan berpegangteguhlah
kamu sekalian pada tali Allah,
dan janganlah kamu berpecah-belah, وَ اذۡکُرُوۡا نِعۡمَتَ اللّٰہِ
عَلَیۡکُمۡ اِذۡ کُنۡتُمۡ اَعۡدَآءً فَاَلَّفَ بَیۡنَ قُلُوۡبِکُمۡ فَاَصۡبَحۡتُمۡ بِنِعۡمَتِہٖۤ اِخۡوَانًا -- dan ingatlah
akan nikmat Allah atas kamu ketika kamu
dahulu bermusuh-musuhan, lalu Dia
menyatukan hatimu dengan kecintaan antara
satu sama lain maka dengan nikmat-Nya itu kamu menjadi
bersaudara, وَ کُنۡتُمۡ عَلٰی شَفَا
حُفۡرَۃٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنۡقَذَکُمۡ مِّنۡہَا -- dan
kamu dahulu berada di tepi jurang Api
lalu Dia menyelamatkan kamu
darinya. کَذٰلِکَ یُبَیِّنُ اللّٰہُ لَکُمۡ اٰیٰتِہٖ لَعَلَّکُمۡ تَہۡتَدُوۡنَ -- Demikianlah Allah menjelaskan Ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu mendapat petunjuk. وَلۡتَکُنۡ مِّنۡکُمۡ اُمَّۃٌ یَّدۡعُوۡنَ اِلَی الۡخَیۡرِ وَ یَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَ یَنۡہَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡکَرِ ؕ -- Dan hendaklah ada segolongan di antara kamu yang senantiasa menyeru manusia kepada kebaikan, dan menyuruh
kepada yang makruf, dan melarang dari berbuat munkar,
وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ -- dan mereka
itulah orang-orang yang berhasil. وَ لَا تَکُوۡنُوۡا کَالَّذِیۡنَ تَفَرَّقُوۡا وَ اخۡتَلَفُوۡا مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَہُمُ الۡبَیِّنٰتُ ؕ -- Dan janganlah
kamu menjadi seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih sesudah
bukti-bukti yang jelas datang kepada
mereka, وَ اُولٰٓئِکَ لَہُمۡ عَذَابٌ عَظِیۡمٌ -- dan
mereka itulah orang-orang yang baginya ada azab yang besar. یَّوۡمَ تَبۡیَضُّ وُجُوۡہٌ وَّ تَسۡوَدُّ وُجُوۡہٌ -- Pada hari ketika wajah-wajah menjadi putih dan wajah-wajah lainnya menjadi hitam. فَاَمَّا
الَّذِیۡنَ اسۡوَدَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ ۟ اَکَفَرۡتُمۡ بَعۡدَ اِیۡمَانِکُمۡ فَذُوۡقُوا الۡعَذَابَ بِمَا کُنۡتُمۡ تَکۡفُرُوۡنَ -- Ada pun orang-orang yang wajahnya menjadi hitam, dikatakan kepada mereka:
“Apakah kamu kafir sesudah beriman?
Karena itu rasakanlah azab ini
disebabkan kekafiran kamu." وَ اَمَّا الَّذِیۡنَ ابۡیَضَّتۡ وُجُوۡہُہُمۡ فَفِیۡ رَحۡمَۃِ اللّٰہِ ؕ ہُمۡ فِیۡہَا خٰلِدُوۡنَ -- Dan ada
pun orang-orang yang wajahnya putih, maka mereka akan berada di dalam rahmat Allah, mereka kekal
di dalamnya. تِلۡکَ اٰیٰتُ اللّٰہِ نَتۡلُوۡہَا عَلَیۡکَ بِالۡحَقِّ ؕ وَ مَا اللّٰہُ یُرِیۡدُ ظُلۡمًا لِّلۡعٰلَمِیۡ -- Itulah Ayat-ayat
Allah, Kami membacakannya kepada engkau dengan haq,
dan Allah sekali-kali tidak menghendaki suatu kezaliman atas seluruh alam. وَ لِلّٰہِ مَا فِی
السَّمٰوٰتِ وَ مَا فِی الۡاَرۡضِ ؕ وَ اِلَی اللّٰہِ تُرۡجَعُ الۡاُمُوۡرُ -- Dan milik
Allah-lah apa pun yang ada di seluruh langit dan apa pun yang
ada di bumi, dan kepada Allah-lah segala urusan
dikembalikan. (Âli
‘Imran [3]:103-110).
Tanda-tanda Tegaknya “Persaudaraan Muslim” yang Hakiki
Apabila
umat Islam melaksanakan perintah Allah Swt. dalam firman-Nya tersebut maka, Insya
Allah, Allah Swt. akan menganugerahkan maghfirah-Nya
dalam berbagai hal kepada umat Islam. Sehubungan dengan firman-Nya tersebut Nabi
Besar Muhammad saw. bersabda:
“Barangsiapa ingin (suka) memperoleh kelezatan iman, hendaklah ia mencintai seseorang hanya karena Allah.” (Riwayat Ahmad).
Abdullah bin Umar r.a. berkata,
Rasulullah saw. bersabda: “Seorang Muslim saudara terhadap sesama Muslim, tidak menganiyayanya dan tidak
akan dibiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang menyampaikan hajat
saudaranya, maka Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan siapa yang melapangkan
kesusahan seorang Muslim maka Allah akan melapangkan kesukarannya di
hari qiyamat, dan siapa yang menutupi aurat seorang Muslim maka Allah akan menutupinya di hari qiyamat. (Bukhari;
Muslim).
Nabi Besar Muhammad saw. bersabda: “Barangsiapa yang tidak mempedulikan urusan
kaum Muslimin, maka ia bukanlah
termasuk dari kalangan mereka” (Hadits
riwayat Abu Daud).
“Barangsiapa yang melepaskan sesuatu
kesusahan seorang mukmin dari
kesusahan-kesusahan dunia, Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari
kesusahan hari Akhirat, dan barangsiapa melapangkan seorang yang berada di
dalam kesempitan, Allah akan melapangkan untuknya di dunia dan di akhirat”.
(Hadits riwayat Muslim).
”Janganlah menunjukkan kegembiraan di
atas penderitaan saudara Muslim,
kerana nanti Allah akan menyelamatkannya dan menimpakan musibah itu terhadap
kamu pula”. (Hadits riwayat At-Tirmidzi)
“Pada hari kiamat Allah berfirman: “Dimanakah
orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari yang tiada
naungan selain naungan-Ku ini, aku menaungi mereka dengan naungan-Ku.”
(Riwayat Muslim).
“Barangsiapa
yang bersaudara dengan seseorang karena Allah, niscaya Allah akan mengangkatnya
ke suatu derajat di surga yang tidak bisa diperolehnya dengan sesuatu dari amalnya.”
(Riwayat Muslim).
“Di sekeliling ‘Arsy terdapat mimbar-mimbar
dari cahaya yang ditempati oleh suatu
kaum yang berpakaian dan berwajah
(cemerlang) pula. Mereka bukanlah
para nabi atau syuhada, tetapi nabi dan syuhada merasa iri
terhadap mereka.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah
kepada kami tentang mereka.” Beliau menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling
mengunjungi karena Allah.” (Riwayat
Nasa’i dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu).
Imam Muslim
meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, melakukan
najasy (semacam promosi palsu), saling membenci, memusuhi, atau menjual barang
yang sudah dijual ke orang lain. Tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang
bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain, tidak
menzhalimi, dan tidak membiarkan atau menghinakannya. Takwa itu di sini (beliau
menunjuk ke dadanya tiga kali).”
Demikianlah bentuk-bentuk “maghfirah” yang harus diamalkan oleh umat Islam sebagai “umat terbaik” yang dijadikan bagi
manfaat seluruh umat manusia (QS.2:144;
QS.3:111). Tetapi di Akhir Zaman ini kenyataannya
tidak demikian melainkan bukan saja di antara sesama mereka telah saling mengkafirkan, bahkan saling membinasakan, padahal Nabi Besar
Muhammad saw. bersabda:
“Sesungguhnya lenyapnya
dunia ini adalah lebih ringan bagi
Allah daripada membunuh jiwa seorang
Muslim”. (HR
At-Tirmidzi,
juga oleh An-Nasa’i
dan Ibn Majah).
Dua Kali Hukuman Allah Swt. Kepada Bani Israil dan Bani Ismail
Sabda
Nabi Besar Muhammad saw. tersebut selaras dengan firman Allah Swt. mengenai kedengkian Kain terhadap saudaranya, Habel – dalam monumental Dua anak Adam
(QS.5:28-32) -- selanjutnya Allah Swt.
berfirman:
مِنۡ اَجۡلِ
ذٰلِکَ ۚۛؔ کَتَبۡنَا عَلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ اَنَّہٗ مَنۡ قَتَلَ نَفۡسًۢا
بِغَیۡرِ نَفۡسٍ اَوۡ فَسَادٍ فِی الۡاَرۡضِ فَکَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ
جَمِیۡعًا ؕ وَ مَنۡ اَحۡیَاہَا
فَکَاَنَّمَاۤ اَحۡیَا النَّاسَ جَمِیۡعًا ؕ وَ لَقَدۡ جَآءَتۡہُمۡ رُسُلُنَا
بِالۡبَیِّنٰتِ ۫ ثُمَّ اِنَّ کَثِیۡرًا
مِّنۡہُمۡ بَعۡدَ ذٰلِکَ فِی الۡاَرۡضِ لَمُسۡرِفُوۡنَ ﴿﴾ اِنَّمَا جَزٰٓؤُا
الَّذِیۡنَ یُحَارِبُوۡنَ اللّٰہَ وَ رَسُوۡلَہٗ وَ یَسۡعَوۡنَ فِی الۡاَرۡضِ
فَسَادًا اَنۡ یُّقَتَّلُوۡۤا اَوۡ یُصَلَّبُوۡۤا اَوۡ تُقَطَّعَ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ
اَرۡجُلُہُمۡ مِّنۡ خِلَافٍ اَوۡ یُنۡفَوۡا مِنَ
الۡاَرۡضِ ؕ ذٰلِکَ لَہُمۡ خِزۡیٌ فِی الدُّنۡیَا وَ لَہُمۡ فِی
الۡاٰخِرَۃِ عَذَابٌ عَظِیۡمٌ ﴿ۙ﴾ اِلَّا
الَّذِیۡنَ تَابُوۡا مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ تَقۡدِرُوۡا عَلَیۡہِمۡ ۚ فَاعۡلَمُوۡۤا
اَنَّ اللّٰہَ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ ﴿٪﴾
Oleh sebab
itu Kami tetapkan bagi Bani Israil
bahwa: Barangsiapa yang membunuh
seseorang, padahal orang itu tidak pernah membunuh orang lain atau telah
mengadakan kerusakan di bumi, maka seolah-olah ia membunuh seluruh manusia; dan ba-rangsiapa
menyelamatkan nyawa seseorang maka ia
seolah-olah menghidupkan seluruh manusia. Dan sungguh benar-benar telah datang ke-pada mereka rasul-rasul Kami dengan Tanda-tanda yang nyata, kemudian sesudah itu sungguh kebanyakan dari mereka
benar-benar melampaui batas di bumi.
Sesungguhnya balasan bagi
orang-orang yang
memerangi Allah dan Rasul-Nya dan berdaya-upaya mengadakan kerusakan di bumi
ini ialah mereka dibunuh atau
disalib atau pun dipotong tangan dan kakinya disebabkan oleh permusuhan mereka,
atau mereka diusir dari negeri. Hal demikian adalah penghinaan bagi mereka di dunia ini, dan di akhirat pun mereka akan mendapat azab yang besar. Kecuali
orang-orang yang
bertaubat sebelum kamu berkuasa atas mereka, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Al-Maidah [5]:33-35).
Apa
yang diisyaratkan dalam ayat ini ialah suatu peristiwa yang serupa
dengan apa yang tersebut di sini mengenai kedua
putra Adam, tetapi peristiwa yang mengandung arti yang jauh lebih luas lagi
penting itu, akan terjadi kelak di kemudian hari.
Seorang nabi Allah akan muncul
di antara saudara-saudara Bani Israil,
yakni dari kalangan Bani Isma’il. Kenyataan ini akan menimbulkan kemarahan kaum Bani Israil terhadap nabi itu dan mereka akan
menjadi haus darah karena disulut
oleh rasa iri hati (kedengkian), persis seperti Kain telah menjadi haus darah
terhadap saudaranya, Habel.
Nabi Allah tersebut bukan
sembarang wujud. Dialah yang akan menjadi Pembaharu
Dunia dan ditakdirkan membawa syariat
abadi bagi segenap umat manusia
yang seluruh masa depannya bergantung padanya (QS.5:4; QS.7:159; QS.21:108), dan
karena itu membunuhnya adalah sama dengan membunuh seluruh umat manusia dan menyelamatkan jiwanya berarti sama dengan me-nyelamatkan seluruh umat manusia.
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran Anyar, 27 September 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar