Bismillaahirrahmaanirrahiim
TAUBAT
DAN MOHON AMPUNAN ALLAH SWT.
Bab 8
PENTINGNYA
PERAN ISTIGHFAR DAN MAGHFIRAH ILAHI &
ANCAMAN PENGHADANGAN IBLIS DI JALAN ALLAH
Oleh
Ki Langlang Buana Kusuma
D
|
alam akhir bagian Bab 7
telah dikemukakan mengenai dua macam perumpamaan
sehubungan
dengan gambaran
umat Islam di masa Nabi Besar
Muhammad saw. yang muncul di masa awal dan di Akhir Zaman (Q.62:3-4), firman-Nya::
مُحَمَّدٌ رَّسُوۡلُ اللّٰہِ ؕ وَ الَّذِیۡنَ مَعَہٗۤ
اَشِدَّآءُ عَلَی الۡکُفَّارِ رُحَمَآءُ
بَیۡنَہُمۡ تَرٰىہُمۡ رُکَّعًا
سُجَّدًا یَّبۡتَغُوۡنَ فَضۡلًا مِّنَ
اللّٰہِ وَ رِضۡوَانًا ۫
سِیۡمَاہُمۡ فِیۡ وُجُوۡہِہِمۡ مِّنۡ
اَثَرِ السُّجُوۡدِ ؕ ذٰلِکَ مَثَلُہُمۡ
فِی التَّوۡرٰىۃِ ۚۖۛ وَ مَثَلُہُمۡ
فِی الۡاِنۡجِیۡلِ ۚ۟ۛ کَزَرۡعٍ
اَخۡرَجَ شَطۡـَٔہٗ فَاٰزَرَہٗ
فَاسۡتَغۡلَظَ فَاسۡتَوٰی عَلٰی سُوۡقِہٖ یُعۡجِبُ الزُّرَّاعَ لِیَغِیۡظَ بِہِمُ الۡکُفَّارَ ؕ وَعَدَ اللّٰہُ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ
مِنۡہُمۡ مَّغۡفِرَۃً وَّ اَجۡرًا عَظِیۡمًا ﴿٪﴾
Muhammad itu adalah Rasul
Allah, dan orang-orang besertanya
sangat keras
terhadap orang-orang kafir, tetapi
berkasih-sayang di antara
mereka, engkau melihat mereka rukuk serta
sujud mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya, سِیۡمَاہُمۡ فِیۡ
وُجُوۡہِہِمۡ مِّنۡ اَثَرِ السُّجُوۡدِ -- ciri-ciri
pengenal mereka terdapat pada wajah
mereka dari bekas-bekas sujud. ذٰلِکَ مَثَلُہُمۡ فِی التَّوۡرٰىۃِ
-- Demikianlah perumpamaan mereka
dalam Taurat, وَ
مَثَلُہُمۡ فِی الۡاِنۡجِیۡلِ -- dan perumpaman
mereka dalam Injil adalah laksana
tanaman yang mengeluarkan tunasnya, kemudian menjadi kuat, kemudian menjadi
kokoh, dan berdiri mantap pada
batangnya, menyenangkan
penanam-penanamnya لِیَغِیۡظَ بِہِمُ الۡکُفَّارَ -- supaya Dia
membangkitkan amarah orang-orang kafir dengan perantaraan itu. وَعَدَ
اللّٰہُ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا
الصّٰلِحٰتِ مِنۡہُمۡ مَّغۡفِرَۃً وَّ اَجۡرًا عَظِیۡمًا
-- Allah telah menjanjikan kepada orang-orang
yang beriman dan berbuat amal saleh
di antara mereka ampunan dan ganjaran yang besar. (Al-Fath
[48]:30).
Perumpamaan Dalam Taurat dan Injil
Kata-kata, ذٰلِکَ مَثَلُہُمۡ فِی
التَّوۡرٰىۃِ -- “Demikianlah perumpamaan mereka dalam
Taurat,” dapat juga ditujukan kepada pelukisan yang diberikan oleh Bible,
yakni: “Kelihatanlah ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran, lalu
datang hampir dari bukit Kades” (Terjemahan ini dikutip dari “Alkitab” dalam bahasa Indonesia,
terbitan “Lembaga Alkitab Indonesia” tahun 1958). Dalam bahasa
Inggrisnya berbunyi: “He shined forth from mount Paran and he came with ten
thousands of saints,” yang artinya: “Ia
nampak dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran dan ia datang dengan
sepuluh ribu orang kudus” (Deut.
33:2), Peny).
Ada pun ungkapan وَ مَثَلُہُمۡ
فِی الۡاِنۡجِیۡلِ -- “Dan perumpamaan mereka dalam Injil کَزَرۡعٍ -- adalah laksana
tanaman, “ dapat
ditujukan kepada perumpamaan lain dalam Bible, yaitu: “Adalah seorang penabur keluar
hendak menabur benih; maka sedang ia menabur, ada separuh jatuh di tepi jalan,
lalu datanglah burung-burung makan, sehinga habis benih itu. Ada separuh jatuh
di tempat yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, maka dengan segera
benih itu tumbuh, sebab tanahnya tidak dalam. Akan tetapi ketika matahari naik,
layulah ia, dan sebab ia tiada berakar, keringlah ia. Ada juga separuh jatuh di
tanah semak dari mana duri itu pun tumbuh serta membantutkan benih itu. Dan ada
pula se-paruh jatuh di tanah yang baik, sehingga mengeluarkan buah, ada yang
seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh kali ganda banyaknya” (Matius 13:3-8).
Perumpamaan
yang pertama dalam Taurat nampaknya
dikenakan kepada para sahabat Nabi
Besar Muhammad saw. dan perumpamaan yang kedua dalam Injil dikenakan kepada para pengikut rekan sejawat dan misal Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. yaitu Masih Mau’ud a.s. (QS.43:58) di Akhir Zaman ini, yang berawal dari suatu permulaan yang sangat kecil dan tidak berarti telah ditakdirkan
Allah Swt. berkembang menjadi suatu organisasi
perkasa, dan berangsur-angsur tetapi tetap maju menyampaikan tabligh Islam ke seluruh pelosok dunia,
sehingga Islam akan mengungguli dan menang atas semua agama
(QS.61:10), dan lawan-lawannya akan
merasa heran dan iri hati terhadap kekuatan
dan pamornya.
Pentingnya Peran Istighfar
dan Maghfirah Ilahi
Penyebutan maghfirah
(istighfar) dalam ayat وَعَدَ
اللّٰہُ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا
الصّٰلِحٰتِ مِنۡہُمۡ مَّغۡفِرَۃً وَّ اَجۡرًا عَظِیۡمًا
-- Allah telah menjanjikan kepada orang-orang
yang beriman dan berbuat amal saleh
di antara mereka ampunan dan ganjaran yang besar (Al-Fath [48]:30) membuktikan bahwa
betapa pentingnya peran istighfar atau maghfirah
(pengampunan) Allah Swt. bagi kesuksesan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dalam meraih tingkaan-tingkatan kehidupan surgawi yang tidak terbatas,
terutama di alam akhirat, firman-Nya:
یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ
اٰمَنُوۡا تُوۡبُوۡۤا اِلَی
اللّٰہِ تَوۡبَۃً نَّصُوۡحًا ؕ عَسٰی
رَبُّکُمۡ اَنۡ یُّکَفِّرَ عَنۡکُمۡ
سَیِّاٰتِکُمۡ وَ یُدۡخِلَکُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ
مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ ۙ یَوۡمَ لَا یُخۡزِی اللّٰہُ النَّبِیَّ
وَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَہٗ ۚ
نُوۡرُہُمۡ یَسۡعٰی بَیۡنَ
اَیۡدِیۡہِمۡ وَ بِاَیۡمَانِہِمۡ
یَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَاۤ
اَتۡمِمۡ لَنَا نُوۡرَنَا وَ اغۡفِرۡ
لَنَا ۚ اِنَّکَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ ﴿﴾
Hai
orang-orang yang beriman, bertaubatlah
kepada Allah dengan seikhlas-ikhlas taubat. عَسٰی رَبُّکُمۡ اَنۡ
یُّکَفِّرَ عَنۡکُمۡ سَیِّاٰتِکُمۡ -- Boleh jadi Rabb (Tuhan) kamu akan
menghapuskan dari kamu keburukan-keburukan
kamu وَ یُدۡخِلَکُمۡ
جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا
الۡاَنۡہٰرُ
-- dan akan
memasukkan kamu ke dalam kebun-kebun
yang mengalir di ba-wahnya sungai-sungai, یَوۡمَ لَا یُخۡزِی اللّٰہُ
النَّبِیَّ وَ الَّذِیۡنَ
اٰمَنُوۡا مَعَہٗ -- pada hari ke-tika Allah tidak akan menghinakan Nabi maupun orang-orang yang ber-iman besertanya, نُوۡرُہُمۡ
یَسۡعٰی بَیۡنَ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ بِاَیۡمَانِہِم
-- cahaya mereka akan berlari-lari di hadapan mereka dan di sebelah kanannya, یَقُوۡلُوۡنَ
رَبَّنَاۤ اَتۡمِمۡ لَنَا
نُوۡرَنَا وَ اغۡفِرۡ لَنَا ۚ اِنَّکَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ -- mereka
akan berkata: “Hai Rabb (Tuhan) kami, sempurna-kanlah bagi kami cahaya kami, dan maafkanlah
kami, sesungguhnya Engkau
Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At-Tahrim [66]:9).
Sehubungan ayat: یَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَاۤ
اَتۡمِمۡ لَنَا نُوۡرَنَا وَ اغۡفِرۡ
لَنَا ۚ اِنَّکَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ -- mereka
akan berkata: “Hai Rabb (Tuhan) kami, sempurna-kanlah bagi kami cahaya kami, dan maafkanlah
kami, sesungguhnya Engkau
Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Tampak bahwa setelah masuk surga orang-orang beriman
akan mencapai maghfirah – penutupan kekurangan (Lexicon Lane).
Mereka akan terus-menerus berdoa kepada Allah Swt. untuk mencapai kesempurnaan dan sama sekali tenggelam dalam Nur Ilahi dan akan terus naik
kian menanjak ke atas dan memandang tiap-tiap tingkat surga atau maqam
ruhani sebagai ada kekurangan
dibandingkan dengan tingkat lebih tinggi
yang didambakan oleh mereka, dan
karena itu akan berdoa kepada Allah Swt. supaya Dia menutupi ketidaksempurnaannya sehingga
mereka akan mampu mencapai tingkat lebih tinggi itu. Inilah makna
yang sesungguhnya mengenai istighfar, yang secara harfiah berarti “mohon ampunan atas segala kealpaan.”
Ancaman Penghadangan Iblis di jalan Allah
Dengan demikian jelaslah, bahwa -- sejalan dengan peningkatan maqam (martabat) keruhanian orang-orang beriman -- maka ujian-ujian keimanan pun
datang berkesinambungan,
sehingga betapa pentingnya orang-orang beriman selalu memanjatkan istighfar memohon maghfirah Allah Swt., karena
-- sesuai dengan ancaman
Iblis yang dikemukakan kepada Allah
Swt. (QS.7:12-19) -- iblis
dan para pengikutnya akan terus
menerus melakukan “penghadangan” di jalan Allah terhadap para penempuh “suluk” (perjalanan ruhani) menuju “perjumpaan” dengan Allah Swt., firman-Nya:
وَ لَقَدۡ
خَلَقۡنٰکُمۡ ثُمَّ صَوَّرۡنٰکُمۡ ثُمَّ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ ٭ۖ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ
اِبۡلِیۡسَ ؕ لَمۡ یَکُنۡ مِّنَ
السّٰجِدِیۡنَ ﴿﴾ قَالَ
مَا مَنَعَکَ اَلَّا تَسۡجُدَ
اِذۡ اَمَرۡتُکَ ؕ قَالَ اَنَا خَیۡرٌ
مِّنۡہُ ۚ خَلَقۡتَنِیۡ مِنۡ نَّارٍ
وَّ خَلَقۡتَہٗ مِنۡ
طِیۡنٍ ﴿﴾ قَالَ
فَاہۡبِطۡ مِنۡہَا فَمَا یَکُوۡنُ لَکَ اَنۡ تَتَکَبَّرَ فِیۡہَا فَاخۡرُجۡ اِنَّکَ مِنَ الصّٰغِرِیۡنَ ﴿﴾ قَالَ اَنۡظِرۡنِیۡۤ اِلٰی
یَوۡمِ یُبۡعَثُوۡنَ ﴿﴾ قَالَ اِنَّکَ مِنَ
الۡمُنۡظَرِیۡنَ ﴿﴾ قَالَ
فَبِمَاۤ اَغۡوَیۡتَنِیۡ
لَاَقۡعُدَنَّ لَہُمۡ صِرَاطَکَ الۡمُسۡتَقِیۡمَ ﴿ۙ﴾ ثُمَّ
لَاٰتِیَنَّہُمۡ مِّنۡۢ بَیۡنِ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ مِنۡ خَلۡفِہِمۡ وَ عَنۡ اَیۡمَانِہِمۡ وَ عَنۡ شَمَآئِلِہِمۡ
ؕ وَ لَا تَجِدُ اَکۡثَرَہُمۡ شٰکِرِیۡنَ
﴿﴾ قَالَ اخۡرُجۡ مِنۡہَا مَذۡءُوۡمًا مَّدۡحُوۡرًا ؕ لَمَنۡ تَبِعَکَ
مِنۡہُمۡ لَاَمۡلَـَٔنَّ جَہَنَّمَ
مِنۡکُمۡ اَجۡمَعِیۡنَ ﴿﴾
Dan sungguh
Kami benar-benar telah menciptakan kamu, kemudian
Kami memberi kamu bentuk, lalu Kami berfirman kepada para
malaikat: ”Sujudlah yakni patuh-lah sepenuhnya kamu
kepada Adam", maka mereka
bersujud ke-cuali iblis, ia tidak
termasuk orang-orang yang bersujud. Dia aberfirman: “Apa yang telah menghalangi engkau sehingga engkau tidak bersujud yakni patuh
sepenuhnya ketika Aku memberi perintah
kepada engkau?” Ia (Iblis) berkata: “Aku
lebih baik daripada dia, Engkau
menciptakan aku dari api dan Engkau
menciptakan dia dari tanah liat.” Dia
berfirman: ”Jika demikian,
pergilah engkau darinya, karena
sekali-kali tidak patut bagi engkau
berlaku takabur di dalamnya, karena itu keluarlah, sesungguhnya
engkau termasuk di antara orang-orang yang hina.” Ia, Iblis, berkata: “Berilah aku tangguh sampai hari mereka dibangkitkan.” Dia
berfirman: “Sesungguhnya engkau termasuk
orang-orang yang diberi tangguh.” Ia, Iblis, berkata: “Karena Engkau telah menyatakan aku sesat, niscaya aku akan menghadang mereka di jalan Engkau yang lurus, Kemudian
niscaya akan ku-datangi mereka dari depan mereka, dari belakang mereka, dari kanan
mereka, dan dari kiri mereka, dan
Engkau tidak akan mendapati kebanyakan
mereka bersyukur.” Dia berfirman: “Keluarlah eng-kau darinya dengan terhina
dan terusir, barangsiapa
dari mereka mengikuti engkau, niscaya
akan Aku penuhi Jahannam dengan kamu semua.” (Al-A’rāf [7]:12-19).
Perhatikanlah jejaring godaan-godaan dan bujukan-bujukan yang diancamkan oleh iblis yang dikemukakan
ayat-ayat berikut ini, firman-Nya::
قَالَ
فَبِمَاۤ اَغۡوَیۡتَنِیۡ
لَاَقۡعُدَنَّ لَہُمۡ صِرَاطَکَ الۡمُسۡتَقِیۡمَ ﴿ۙ﴾ ثُمَّ
لَاٰتِیَنَّہُمۡ مِّنۡۢ بَیۡنِ اَیۡدِیۡہِمۡ وَ مِنۡ خَلۡفِہِمۡ وَ عَنۡ اَیۡمَانِہِمۡ وَ عَنۡ شَمَآئِلِہِمۡ
ؕ وَ لَا تَجِدُ اَکۡثَرَہُمۡ شٰکِرِیۡنَ
﴿﴾
Ia, Iblis,
berkata: “Karena Engkau telah menyatakan aku
sesat, niscaya aku akan
menghadang mereka di jalan Engkau yang lurus,
kemudian niscaya
akan kudatangi mereka dari
depan mereka, dan dari
belakang mereka, dan dari kanan
mereka, dan dari kiri mereka, وَ لَا تَجِدُ اَکۡثَرَہُمۡ
شٰکِرِیۡنَ -- dan Engkau
tidak akan mendapati keba-nyakan mereka
bersyukur.” (Al-A’rāf
[7]:17-19).
“Jiwa yang Tentram” Bersama Allah Swt.
Dalam surah lain bentuk ancaman
iblis tersebut dijelaskan
Allah Swt, firman-Nya:
قَالَ اذۡہَبۡ
فَمَنۡ تَبِعَکَ مِنۡہُمۡ فَاِنَّ جَہَنَّمَ
جَزَآؤُکُمۡ جَزَآءً مَّوۡفُوۡرًا ﴿﴾ وَ
اسۡتَفۡزِزۡ مَنِ اسۡتَطَعۡتَ مِنۡہُمۡ بِصَوۡتِکَ وَ اَجۡلِبۡ عَلَیۡہِمۡ
بِخَیۡلِکَ وَ رَجِلِکَ وَ شَارِکۡہُمۡ فِی الۡاَمۡوَالِ وَ الۡاَوۡلَادِ وَ
عِدۡہُمۡ ؕ وَ مَا یَعِدُہُمُ الشَّیۡطٰنُ
اِلَّا غُرُوۡرًا ﴿﴾ اِنَّ عِبَادِیۡ لَیۡسَ لَکَ
عَلَیۡہِمۡ سُلۡطٰنٌ ؕ وَ کَفٰی
بِرَبِّکَ وَکِیۡلًا ﴿﴾
Dia berfirman: “Pergilah,
lalu barangsiapa akan mengikuti engkau
dari antara mereka maka sesungguhnya Jahannamlah
balasan bagi kamu, suatu balasan yang penuh. Dan bujuklah siapa dari antara mereka yang
engkau sanggup dengan suara engkau,
dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan
berkuda engkau dan pasukan
berjalan-kaki engkau dan berserikatlah
dengan mereka dalam harta dan anak-anak
mereka, dan berikanlah
janji-janji kepada mereka.” وَ مَا یَعِدُہُمُ الشَّیۡطٰنُ اِلَّا
غُرُوۡرًا -- Dan
syaitan tidak menjanjikan kepada mereka
selain tipu-daya. Sesungguhnya mengenai hamba-hamba-Ku, engkau tidak akan mempunyai kekuasaan atas mereka, dan cukuplah Rabb (Tuhan) engkau
sebagai Pelindung. (Bani
Israil [17]:64-66).
Ayat
ini menguraikan tiga macam daya-upaya
yang dilakukan oleh putra-putra kegelapan
pengikut Iblis untuk membujuk manusia supaya menjauhi jalan kebenaran:
(1) mereka
berusaha menakut-nakuti orang-orang
miskin dan lemah dengan ancaman akan mempergunakan kekerasan terhadap mereka;
(2) mereka
mempergunakan tindakan-tindakan yang
lebih keras terhadap mereka yang tidak dapat ditakut-takuti dengan cara gertak sambal (ancaman), yaitu dengan
mengadakan persekutuan-persekutuan
untuk tujuan melawan mereka dan mengadakan serangan
bersama terhadap mereka dengan segala cara;
(3) mereka
mencoba membujuk orang-orang kuat dan
yang lebih berpengaruh dengan tawaran akan menjadikannya pemimpin mereka, asalkan mereka tidak
akan membantu lagi pihak kebenaran.
Makna firman Allah Swt.: “Sesungguhnya
mengenai ham-ba-hamba-Ku,
engkau tidak akan mempunyai kekuasaan atas mereka, dan cukuplah
Tuhan Engkau sebagai Pelindung. (Bani Israil [17]:64-66). Manusia dapat terkena oleh bujukan-bujukan syaitan selama dia belum “dibangkitkan”, yaitu selama keimanannya belum mencapai taraf yang sempurna, yaitu mencapai
tingkatan ruhani an-Nafs-ul-muthmainnah (jiwa yang tentra), firman-Nya:
یٰۤاَیَّتُہَا
النَّفۡسُ الۡمُطۡمَئِنَّۃُ ﴿٭ۖ﴾ ارۡجِعِیۡۤ اِلٰی
رَبِّکِ رَاضِیَۃً مَّرۡضِیَّۃً
﴿ۚ﴾ فَادۡخُلِیۡ فِیۡ عِبٰدِیۡ ﴿ۙ﴾ وَ ادۡخُلِیۡ جَنَّتِیۡ ﴿٪﴾
Hai
jiwa yang tenteram! Kembalilah kepada Rabb (Tuhan) engkau, engkau
ridha kepada-Nya dan Dia pun
ridha kepada engkau. Maka masuklah
dalam golongan hamba-hamba-Ku,
dan masuklah
ke dalam surga-Ku. (Al-Fajr [89]:27-31).
Keadaan jiwa manusia yang disebut nafs-al-muthmainnah
merupakan tingkat perkembangan
ruhani tertinggi, ketika manusia
ridha kepada Tuhan-nya dan Tuhan pun ridha kepadanya (58:23). Pada tingkat ini yang disebut pula tingkat surgawi ia menjadi kebal terhadap segala macam kelemahan akhlak, diperkuat dengan
kekuatan ruhani yang khas. Ia “manunggal” dengan Tuhan dan tidak dapat hidup
tanpa Dia.
Di dunia
ini, dan bukan setelah mati perubahan ruhani besar terjadi di dalam
dirinya, dan di dunia inilah dan bukan
di tempat lain jalan dibukakan
baginya untuk masuk ke surga, yang
akan berlanjut dengan memasuki surga di akhirat yang rangkaian tingkatannya tidak terbatas, sebagaimana dikemukakan dalam surah At-Tahrim
9 sebelumnya.
(Bersambung)
Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
oo0oo
Pajajaran Anyar, 8 September 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar